Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan kolaborasi kawasan untuk menjawab tantangan global saat menghadiri KTT Khusus Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) di Cebu, Filipina, Kamis (7/6/2026).
Pertemuan tersebut merupakan rangkaian dari KTT ke-48 ASEAN yang berfokus pada upaya peningkatan kerja sama subkawasan. Sebagaimana dilansir dari Detikcom, Presiden menyoroti pentingnya langkah adaptif dalam menjaga ketahanan pangan serta energi nasional maupun regional.
"KTT Khusus ini hadir di saat yang sangat genting. Tantangan yang kita hadapi menuntut kolaborasi yang lebih erat dan efektif di antara kita," ujar Prabowo, dikutip keterangan Sekretariat Presiden.
Kepala Negara menekankan perlunya transformasi organisasi agar tetap relevan dengan dinamika dunia yang terus berubah secara cepat. Penegasan ini bertujuan agar hasil dari kerja sama tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah terkait.
"Dengan semangat itu, BIMP-EAGA harus terus berkembang. BIMP-EAGA harus lebih adaptif, lebih berdampak, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat kita," lanjut Prabowo.
Perlindungan terhadap mata pencaharian dan keselamatan warga negara menjadi landasan utama dalam kebijakan luar negeri Indonesia di forum tersebut. Prabowo menyebut bahwa arah strategis organisasi sudah tertuang dalam Visi BIMP-EAGA 2035.
"Prioritas kita jelas, melindungi keselamatan dan mata pencaharian rakyat kita. Visi BIMP-EAGA 2035 telah memberi kita arah yang jelas. Sekarang tugasnya adalah mewujudkannya," ucap Prabowo.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·