Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyatakan berkomitmen untuk memperkuat kedaulatan pangan dan menghentikan kebocoran kekayaan negara, di mana dalam 19 bulan pemerintahannya sejumlah capaian strategis telah berhasil diraih.
Dalam keterangan Sekretariat Presiden diterima di Jakarta, Prabowo mengatakan capaian itu salah satunya mewujudkan swasembada sejumlah komoditas pangan.
"Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita, telur, ayam, daging kita masih belum. Ini sudah kita kerjakan mungkin kita 4 tahun lagi, 5 tahun lagi kita swasembada daging. Pangan relatif kita aman," kata Prabowo saat menyaksikan panen raya udang di kawasan tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu.
Presiden menilai capaian tersebut menjadi hal penting di tengah situasi dunia yang saat ini dipenuhi konflik dan ketidakpastian geopolitik. Menurutnya, Indonesia harus tetap waspada dan memperkuat ketahanan nasional di berbagai sektor.
"Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana. Kita bersyukur ke Yang Maha Kuasa kita masih tidak terlibat, tetapi kita waspada. Kita harus punya kekuatan, makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita untuk jaga kekayaan kita," katanya.
Selain ketahanan pangan dan pertahanan, Prabowo juga menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan nasional secara mandiri sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa sumber daya alam Indonesia harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.
"Dan sekarang kekayaan-kekayaan kita, kita kelola sendiri. Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu dan ini sudah kita lakukan. Harus kita lakukan, ini perintah dari Undang-Undang Dasar dan ini untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, bukan segelintir," ucap Presiden.
Presiden juga kembali menyinggung pidatonya saat Rapat Paripurna DPR pada 20 Mei 2026 lalu yang menyatakan bahwa Indonesia memiliki kekayaan besar, namun masih menghadapi persoalan kebocoran sumber daya negara yang harus segera dihentikan.
"Indonesia sungguh-sungguh sangat kaya, tetapi terlalu banyak kekayaan kita bocor dan kebocoran ini harus kita hentikan. Saya bertekad, saya akan berusaha sekeras tenaga saya, dan tenaga semua pembantu saya, kita akan berbuat apa saja yang diperlukan untuk menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia," ucap Presiden.
Menurut Presiden, seluruh upaya tersebut dilakukan agar kekayaan bangsa dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya kelompok tertentu.
Kedaulatan pangan, pengelolaan mandiri sumber daya alam, dan penghentian kebocoran kekayaan negara menjadi fondasi utama menuju Indonesia yang lebih kuat, berdaulat, dan sejahtera.
Baca juga: Prabowo pastikan swasembada pangan di tengah konflik geopolitik
Baca juga: Prabowo minta jajaran jalankan proyek produktif guna hasilkan nilai tambah
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
44 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·