Sebanyak tujuh warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan meninggal dunia setelah kapal yang mengangkut 37 penumpang tenggelam di perairan Pulau Pangkor, negara bagian Perak, Malaysia, pada Senin (11/5) pagi waktu setempat. Dilansir dari Detikcom, 23 orang berhasil diselamatkan dalam insiden tersebut.
Data dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menunjukkan bahwa saat ini tujuh penumpang lainnya masih dinyatakan hilang. Tim SAR Malaysia terus melakukan operasi pencarian di lokasi kejadian untuk menemukan para korban yang belum teridentifikasi keberadaannya.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengungkapkan perkembangan terbaru mengenai proses evakuasi dan identifikasi para korban yang ditemukan di wilayah perairan tersebut.
"Dari 14 WNI yang sebelumnya dalam proses pencarian, 7 orang telah ditemukan meninggal dunia, dan jasadnya saat ini berada di RS di Perak untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut oleh otoritas setempat," kata Heni Hamidah, Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI.
Pihak kementerian juga tengah menelusuri domisili asli para korban yang diduga kuat berasal dari Sumatera Utara. Kendala muncul karena mayoritas penumpang diketahui tidak memiliki dokumen perjalanan resmi selama menempuh jalur tersebut.
"Hal tersebut untuk keperluan identifikasi korban yang selamat dan meninggal, serta pembuatan dokumen terkait untuk penanganan selanjutnya," tutur Heni Hamidah, Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI.
Proses penanganan darurat ini melibatkan koordinasi intensif antara pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dengan otoritas keamanan setempat. Heni menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan bantuan hukum dan administratif bagi para penyintas.
Otoritas maritim Malaysia menduga kapal tersebut bertolak dari Kisaran, Sumatera Utara, pada Sabtu (9/5) dengan tujuan ke beberapa lokasi seperti Pulau Pinang, Terengganu, Selangor, dan Kuala Lumpur. Korban selamat yang terdiri dari 16 laki-laki dan tujuh perempuan kini berada di bawah pengawasan kepolisian setempat.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·