Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Kabinet Merah Putih untuk menunda pembangunan gedung perkantoran yang dinilai nonproduktif demi memprioritaskan program-program yang menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat pada Sabtu (23/5/2026).
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Negara setelah mengikuti kegiatan panen raya udang di tambak budidaya udang berbasis kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz.
Prabowo Subianto menginginkan agar kebijakan pembangunan Indonesia saat ini lebih difokuskan pada upaya menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan negara, serta memberikan penghasilan yang besar bagi rakyat.
"Jadi maaf, kita sekarang agak tunda lah bangun banyak kantor, kantor, kantor. Kantor itu ya perlu tapi jangan ada kantor, enggak ada produktivitas. Iya, kan? Kantor megah, produknya enggak ada. Lebih baik kantornya tidak begitu bagus, tapi produknya bagus, hasilnya banyak, penghasilan untuk rakyat banyak. Rakyat kita butuh pekerjaan," kata Prabowo.
Presiden menyatakan bahwa selama 18 bulan masa kepemimpinannya berjalan, jajaran pemerintah telah menorehkan berbagai capaian penting di sektor pangan, termasuk keberhasilan swasembada beras, jagung, telur, hingga ayam.
Pemerintah juga sedang memasang target baru untuk mencapai swasembada daging yang diproyeksikan dapat terealisasi dalam jangka waktu 4 hingga 5 tahun ke depan.
"Pangan relatif kita aman. Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana, kita bersyukur ke Yang Mahakuasa, kita masih tidak terlibat, tapi kita waspada. Kita harus punya kekuatan, makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita untuk jaga kekayaan kita," ucap Prabowo.
Selain fokus pada ketahanan pangan dan pertahanan, pemerintah menerapkan kebijakan ketat terkait pengelolaan sumber daya alam (SDA) strategis dengan mewajibkan seluruh aktivitas ekspor komoditas tersebut melalui Danantara.
Langkah penertiban ekspor ini diambil karena pemerintah berkomitmen penuh untuk menghentikan segala bentuk kebocoran kekayaan negara yang selama ini dinikmati oleh segelintir pihak tertentu saja.
"Di mana di situ saya tegaskan bahwa Indonesia sungguh-sungguh sangat kaya tapi terlalu banyak kekayaan kita bocor, dan kebocoran ini harus kita hentikan," ujar Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyatakan komitmennya bersama seluruh jajaran menteri kabinet untuk melakukan segala tindakan tegas yang diperlukan guna menyelamatkan aset negara.
"Dan saya bertekad, saya akan berusaha sekeras tenaga saya dan tenaga semua pembantu saya, kita akan berbuat apa saja yang diperlukan untuk menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia," lanjut Prabowo.
45 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·