Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). Fasilitas ini dibangun sebagai simbol penghormatan negara atas jasa Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak buruh nasional.
Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 08.58 WIB menggunakan kendaraan taktis Maung dan disambut oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea. Pembangunan museum ini dilakukan secara mandiri oleh iuran buruh bersama keluarga besar almarhumah Marsinah tanpa menggunakan dana APBN.
"Terima kasih, Pak, atas nama buruh Indonesia, Pak. SPSI mengapresiasi membangun museum ini tanpa APBN, Pak. Jadi iuran buruh, bersama Ketua Dewan Penasihat kami, Pak, Pak Kapolri, lalu bersama Pak Fauzi dan keluarga besar Ibu Marsinah," ujar Andi Gani Nena Wea, Presiden KSPSI.
Proses pembangunan fasilitas yang merekam jejak hidup Marsinah dari masa kecil hingga akhir hayatnya ini diselesaikan dalam kurun waktu empat bulan. Museum turut menyediakan rumah singgah gratis bagi para peziarah dari luar daerah yang berkunjung ke makam pahlawan nasional tersebut.
"Kita bangun dalam waktu hanya 4 bulan, Bapak. Kita bangun museum, sekaligus ada rumah singgah, Pak, untuk peziarah dan kita gratiskan untuk peziarah, Pak," tutur Andi Gani Nena Wea, Presiden KSPSI.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo sempat melontarkan candaan kepada Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KSPSI. Kepala Negara menyoroti latar belakang Jumhur yang pernah beberapa kali menjalani masa tahanan sebelum akhirnya menjabat di kabinet.
"Menteri Lingkungan Hidup yang sekaligus Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia.. Kok nggak pakai kaos buruh?" tanya Prabowo Subianto, Presiden RI.
Jumhur yang berada di barisan terdepan segera berdiri memberikan hormat saat disapa oleh Presiden di podium. Prabowo kemudian menyinggung intensitas aktivitas masa lalu Jumhur yang berkaitan dengan hukum.
"Kapan terakhir dipenjara? Bolak-balik masuk penjara sekarang jadi menteri," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.
Presiden juga memberikan apresiasi terhadap potensi kepemimpinan tokoh-tokoh dari kalangan buruh. Ia menyebut bahwa setiap individu memiliki peluang untuk mencapai posisi tertinggi di pemerintahan.
"Kita nggak tahu suatu saat dia di atas podium, kita nggak tahu," lanjut Prabowo Subianto, Presiden RI.
Selain menyapa Jumhur, Prabowo turut memberikan gurauan saat memperkenalkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. Ia berkelakar mengenai mitos lokal di Nganjuk yang sering melahirkan tokoh besar pemerintahan.
"Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, saudari Arifah Fauzi. Orang Jawa Timur kayaknya. Orang Nganjuk? Waduh, orang Nganjuk melahirkan tokoh besar," seloroh Prabowo Subianto, Presiden RI.
Kepala Negara bahkan menyarankan kepada para tamu undangan untuk mencoba tradisi mandi di sungai setempat jika ingin menjadi pemimpin di masa depan. Candaan ini disambut gelak tawa oleh ribuan buruh dan pejabat yang hadir di lokasi.
"Harus mandi di sungai Nganjuk itu nanti kau jadi tokoh besar, ayo siapa yang mau jadi Presiden? Malam-malam ke Nganjuk (mandi di sungai), biar enggak ada wartawan yang lihat," pungkas Prabowo Subianto, Presiden RI.
Museum Marsinah dijadwalkan mulai dibuka untuk masyarakat umum tujuh hari setelah peresmian, dengan jam operasional pukul 10.00 hingga 17.00 WIB di bawah naungan Yayasan KSPSI. Sekitar 7.000 buruh dari berbagai wilayah di Jawa Timur memadati lokasi untuk menyaksikan momen bersejarah ini.
47 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·