Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan peningkatan kesejahteraan bagi enam juta nelayan di seluruh Indonesia melalui program 1.386 Kampung Nelayan yang dilengkapi sarana pendukung pada tahun ini.
"Kita tahun ini akan meresmikan 1.386 kampung nelayan. Pertama kali dalam sejarah Indonesia nelayan diurus," kata Presiden Prabowo saat berpidato pada peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat.
Bahkan Prabowo memastikan pemerintahannya akan melanjutkan lagi program Kampung Nelayan dengan pembangunan 1.500 unit setiap tahunnya hingga empat tahun ke depan.
Baca juga: Prabowo teken Perpres pangkas potongan aplikator ojol jadi 8 persen
Presiden menjelaskan bahwa perbaikan hidup bagi jutaan nelayan tersebut juga akan berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga mereka yang mencapai lebih dari 20 juta jiwa. Pemerintah berkomitmen menyediakan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi kendala bagi nelayan kecil saat melaut.
Presiden menyoroti kondisi nelayan yang selama ini kesulitan mendapatkan fasilitas penyimpanan hasil tangkapan. Untuk itu, pemerintah berencana membangun pabrik es di setiap lokasi Kampung Nelayan agar kualitas komoditas perikanan tetap terjaga dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari saat ini.
"Yang selama ini mereka susah, mereka melaut tanpa es, sekarang kita bikin pabrik es di tiap Kampung Nelayan. Kita juga akan bantu kapal-kapal untuk mereka," kata Presiden Prabowo.
Sebagai payung hukum perlindungan pekerja perikanan, Presiden Prabowo juga mengumumkan telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2026 tentang Ratifikasi Konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor 188. Regulasi ini secara khusus mengatur mengenai pekerjaan dalam penangkapan ikan.
Baca juga: Prabowo bakal kucurkan KUR bunga 5 persen per tahun
"Ada satu lagi hadiah untuk buruh, saya baru saja tanda tangan Perpres Nomor 25 Tahun 2026 tentang Ratifikasi Konvensi International Labour Organization Nomor 188, untuk memastikan perlindungan dan kesejahteraan bagi awak kapal perikanan," katanya.
Selain sektor perikanan, Presiden juga menekankan agenda penguatan regulasi bagi kaum pekerja secara luas melalui penyelesaian Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan. Presiden menginstruksikan Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Hukum untuk segera merampungkan pembahasan aturan tersebut bersama DPR RI.
"Kalau bisa tahun ini juga harus selesai, dan undang-undang itu harus berpihak pada kaum buruh," kata Presiden menegaskan.
Prabowo juga menyampaikan sejumlah capaian dalam bidang kesejahteraan buruh, mulai dari kenaikan upah minimum, penambahan kuota rumah bersubsidi, hingga pemberian bonus hari raya bagi profesi pengemudi dan kurir.
Baca juga: Prabowo pastikan akan fasilitasi kebutuhan "daycare" untuk anak buruh
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·