Moskow (ANTARA) - Sebuah koalisi yang dipimpin Prancis dan Inggris siap memastikan keamanan maritim di Selat Hormuz jika Iran menyetujui proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik, kata Istana Kepresidenan Elysee di Paris, Rabu (6/5).
Dengan mengutip beberapa sumber, Axios melaporkan bahwa Gedung Putih percaya AS dan Iran akan segera menandatangani nota kesepahaman berisi 14 poin, di mana itu menjadi tahap awal negosiasi kedua pihak.
"Kami dapat menawarkan kepada Iran soal kemampuan untuk kembali melintasi Selat Hormuz. Kami dapat mengizinkan tanker mereka (Iran) melewati Selat Hormuz, dengan satu syarat, Iran harus setuju untuk memulai perundingan substantif yang diminta AS," kata seorang penasihat presiden Prancis, seperti dikutip surat kabar Le Figaro.
Penasihat itu menambahkan bahwa pengerahan kelompok kapal induk penyerang milik Prancis, yang dipimpin kapal induk Charles de Gaulle, adalah sinyal bahwa Prancis tidak hanya siap memastikan keamanan di Selat Hormuz, tetapi juga mampu melakukannya.
Baca juga: Iran desak DK PBB tolak draf resolusi Selat Hormuz usulan AS
Prancis pun menyarankan agar Amerika dan Iran mempertimbangkan soal pembukaan kembali Selat Hormuz secara terpisah dari aspek-aspek lain—dari konflik dan negosiasi—karena masalah tersebut menjadi kepentingan bersama, kata Istana Elysee.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Prancis mengumumkan kapal induk Charles de Gaulle menuju Laut Merah dan Teluk Aden, sebagai bagian dari upaya Prancis-Inggris mengatur misi pengamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Eskalasi ketegangan di sekitar Iran baru-baru ini menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, sehingga mendorong kenaikan harga bahan bakar.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Australia alokasikan tambahan dana Rp125,8 T untuk ketahanan energi
Baca juga: Bangladesh sambut tanker minyak pertama sejak konflik AS-Iran
Penerjemah: Katriana
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·