Cilacap (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan hilirisasi industri sebagai langkah strategis untuk menguasai dan mengelola sumber daya nasional demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia.
Presiden mengatakan proyek hilirisasi yang dijalankan mencakup berbagai sektor, antara lain energi, mineral, dan pertanian, sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur ekonomi nasional.
“Kita tidak mau hanya menjual bahan mentah. Kita ingin mengolahnya di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat,” kata Prabowo saat menghadiri Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di area Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu,
Kepala Negara menegaskan bahwa penguasaan sumber daya alam merupakan syarat utama bagi bangsa yang ingin mandiri dan berdaulat.
Baca juga: Realisasi Investasi China di Indonesia naik 22 persen pada Q1 2026
Menurut Prabowo, sejarah menunjukkan bahwa kekayaan Indonesia sejak lama menjadi incaran kekuatan asing.
Oleh karena itu, hilirisasi dinilai sebagai bentuk keberanian bangsa untuk mengelola kekayaan sendiri sekaligus menghindari ketergantungan pada pihak luar.
Presiden juga mengaitkan pentingnya hilirisasi dengan semangat nasionalisme, yakni cinta tanah air dan persatuan nasional sebagai fondasi kebangkitan bangsa.
“Satu-satunya jalan menuju kebangkitan suatu bangsa adalah nasionalisme dan keberanian menguasai sumber dayanya sendiri,” kata Presiden.
Dalam konteks global, Prabowo menyebut perkembangan teknologi membuat dunia semakin terhubung, sehingga gejolak internasional dapat berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi domestik, termasuk harga komoditas pangan dan energi.
Pewarta: Sumarwoto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·