Menteri LH: Etika lingkungan fondasi penyelemat kehancuran ekologi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Saya percaya bahwa etika lingkungan itu penting bagi kita dan harus menjadi fondasi terakhir untuk menyelamatkan peradaban manusia

Jakarta (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat menegaskan etika lingkungan atau environmental ethics harus menjadi kebiasaan masyarakat, sekaligus fondasi terakhir dalam menyelamatkan peradaban manusia dari kehancuran ekologi.

"Orientasi ekologi harus menjadi habitus kita bersama. Saya percaya bahwa etika lingkungan itu penting bagi kita dan harus menjadi fondasi terakhir untuk menyelamatkan peradaban manusia," kata Menteri LH Jumhur dalam acara serah terima jabatan dengan Hanif Faisol di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Jakarta, Rabu.

Menteri LH Jumhur menjelaskan dunia saat ini sedang dikepung oleh daya rusak yang dahsyat, baik dari polusi industri di belahan bumi utara maupun deforestasi di belahan selatan.

Dengan begitu, menurut dia, pemikiran mengenai etika lingkungan merupakan instrumen krusial untuk menjawab tantangan zaman tersebut.

Baca juga: Jumhur Hidayat, lingkungan hidup, dan ekonomi-ekologi di Indonesia

Menteri LH menilai pembangunan ekonomi dan industri, termasuk sektor ekstraktif, memang harus tetap berjalan demi devisa negara. Namun agar eksploitasi sumber daya alam tersebut tidak boleh melampaui batas yang seharusnya.

"Kita harus mulai menghentikan segala yang kemudian disebut dengan serakahnomics, yakni perilaku yang lupa terhadap keharusan memelihara lingkungan," ujar Menteri LH Jumhur.

Lebih lanjut Menteri LH baru tersebut berkomitmen untuk memastikan setiap investasi yang masuk ke Indonesia tetap mematuhi regulasi hijau yang berlaku.

Ia menekankan penghormatan terhadap bumi yang tinggi akan menjamin kelancaran iklim usaha pada masa depan tanpa menimbulkan dampak katastrofe bagi generasi mendatang.

Baca juga: Jumhur Hidayat sebut Keppres Mitigasi PHK siap diterbitkan

"Investasi sebesar apapun, selama patuh terhadap apa yang digariskan, maka ke depannya akan lancar," kata Menteri LH Jumhur Hidayat.

Mohammad Jumhur Hidayat dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Lingkungan Hidup di Kabinet Merah Putih menggantikan Hanif Faisol Nurofiq pada Senin (27/4). Adapun Hanif Faisol Nurofiq pada hari yang sama juga dilantik sebagai Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan.

Jumhur yang lahir pada Februari 1968 di Bandung, Jawa Barat, adalah seorang aktivis yang memperjuangkan hak-hak buruh dan pekerja. Dia menempuh pendidikan Teknik Fisika di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dia juga melanjutkan studinya di Universitas Nasional, kemudian mengambil program Master di Universitas Indonesia untuk program studi Sosiologi.

Pada Januari 2007,dia ditunjuk sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, dan menuntaskan masa tugasnya pada 11 Maret 2014. Kini BNP2TKI dikenal sebagai Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

Baca juga: Jumhur jadi menteri, Presiden KSPSI: Ini kehormatan bagi buruh

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.