Seorang pria bernama Jitu Munda (52) nekat membawa sisa-sisa kerangka adiknya ke sebuah bank di distrik Keonjhar, negara bagian Odisha, India Timur, pada Senin (27/4). Tindakan tersebut dilakukan sebagai upaya pembuktian kematian sang adik setelah dirinya berulang kali gagal menarik saldo tabungan dari rekening almarhumah.
Sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui laporan BBC, aksi yang terekam dalam video tersebut menjadi viral di media sosial dan memicu gelombang kemarahan masyarakat. Munda mengaku melakukan tindakan ekstrem itu karena merasa frustasi tidak bisa mengakses dana yang sangat ia butuhkan.
Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa Munda menggali kembali makam adiknya untuk mengambil sisa jenazah tersebut demi memenuhi permintaan verifikasi dari pihak perbankan. Namun, otoritas bank menyangkal telah memberikan instruksi untuk membawa jenazah secara fisik ke kantor cabang.
Perwakilan bank menyatakan bahwa prosedur yang mereka jalankan hanyalah meminta dokumen kematian yang sah sesuai regulasi hukum yang berlaku. Insiden ini dinilai pihak bank terjadi akibat kurangnya pemahaman nasabah mengenai prosedur birokrasi perbankan yang benar.
Saat ini, saldo yang tersisa di rekening mendiang adik Munda telah diproses dan diserahkan kepada pihak yang dinyatakan sebagai ahli waris sah. Kasus yang menarik perhatian nasional di India ini juga telah sampai ke telinga jajaran pemerintahan tingkat tinggi.
Menteri Pendapatan Odisha, Suresh Pujari, memberikan pernyataan resmi terkait langkah hukum yang akan diambil oleh pemerintah setempat terhadap pengelola bank tersebut.
"keprihatinan mendalam" ujar Suresh Pujari, Menteri Pendapatan Odisha.
Pujari menegaskan bahwa penyelidikan menyeluruh sedang berlangsung untuk mengevaluasi kinerja manajer cabang yang bertugas saat peristiwa itu terjadi. Selain menteri, pihak administrasi distrik Keonjhar turut memberikan respons terkait insiden yang dianggap mencederai martabat warga.
"keprihatinan mendalam" kata Administrasi distrik Keonjhar.
Otoritas wilayah menegaskan bahwa perlindungan hak-hak masyarakat serta menjaga kehormatan setiap warga negara merupakan prioritas utama dalam pelayanan publik. Hingga saat ini, proses investigasi masih terus berjalan untuk memastikan tidak ada pelanggaran prosedur lebih lanjut dalam pelayanan administratif di wilayah tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·