Program JKN dampingi Nurbaya lewati 35 kali radioterapi

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Manado (ANTARA) - Program Jaminan Kesehatan Nasional mendampingi dan membiayai pasien kanker serviks di Halmahera Tengah dalam 35 kali radioterapi untuk mengobati penyakit yang dideritanya.

Pasien tersebut Nurbaya yang merasakan langsung berartinya menjadi peserta BPJS Kesehatan. Perempuan asal Halmahera Tengah itu sangat terbantu oleh Program JKN, karena semua biaya pengobatannya ditanggung penuh atau gratis.

"Agustus 2025 kemarin jadi momen terberat buat saya dan keluarga pas divonis kanker serviks stadium 2B di RSUD Weda," kata Nurbaya di Ternate, Sabtu.

Untungnya, sebagai peserta JKN yang iurannya dibantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Tengah, dia tidak perlu pusing memikirkan birokrasi obat, karena langsung dapat rujukan berjenjang buat pengobatan lanjutan.

“Awalnya saya sering merasakan nyeri dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Pas diperiksa di RSUD Weda, dokter bilang kalau saya kena kanker serviks stadium 2B. Makanya, saya harus langsung dirujuk ke Makassar (Sulawesi Selatan) buat penanganan lebih lanjut,” kata Nurbaya.

Baca juga: BPJS Kesehatan ingatkan jamaah calon haji pastikan JKN aktif

Nurbaya kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo untuk mendapatkan perawatan dari dokter spesialis.

Dari hasil cek ulang, sel kankernya diketahui sudah menyebar ke jaringan sekitar leher rahim, tapi untungnya belum sampai ke area dinding panggul maupun vagina bawah.

Sebagai solusinya, dokter menyarankan tindakan radioterapi yang harus ia jalani secara rutin. Dia harus menjalani 35 kali radioterapi di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Selama berobat di sana, dia mengaku layanannya cepat, ramah, dan benar-benar sesuai kebutuhan. Semua proses pun berjalan lancar tanpa ada kendala administrasi yang rumit.

“Ada sekitar 35 kali saya ikut terapi radiasi dan Alhamdulillah pelayanannya sangat baik. Dari urusan pendaftaran, konsul dokter, sampai dikasih obat, semuanya serba cepat dan tidak pakai ribet. Yang paling penting, tidak ada biaya tambahan sepeser pun,” kata Nurbaya.

Baca juga: Wamenkes: Keselamatan pasien fondasi utama perluasan layanan JKN

Di tengah kondisi badannya yang terus menurun, Nurbaya merasa sangat tenang karena ada Program JKN. Dia bahkan tidak sanggup membayangkan harus bayar berapa banyak untuk pengobatan kanker ini kalau seandainya tidak punya kartu BPJS.

“Saya sangat bersyukur ada Program JKN. Pengobatan saya semuanya gratis, tidak bayar sepeser pun. JKN ini benar-benar membantu masyarakat kecil seperti saya yang harus bolak-balik ke rumah sakit buat berobat,” ungkap Nurbaya.

Bagi dia, JKN sudah jadi sandaran dan harapan baru, terutama buat pasien-pasien yang lagi berjuang melawan penyakit berat. “Terima kasih BPJS Kesehatan. Saya cuma berharap program ini terus berjalan dan membawa manfaat buat kita semua,” lanjutnya.

Pada akhirnya prinsip gotong royong JKN, yang sehat bantu yang sakit memang terbukti bikin masyarakat tidak perlu cemas lagi soal biaya pengobatan.

Cerita Nurbaya adalah satu dari sekian banyak bukti betapa ringannya beban hidup saat kesehatan dijamin penuh. Asalkan status kepesertaan selalu aktif, akses ke fasilitas kesehatan yang layak pasti terjamin.

Baca juga: BPJS Kesehatan perkuat layanan cathlab guna mudahkan peserta berobat

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.