Program sekolah swasta gratis sasar 20 lembaga pendidikan di Jakbar

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 20 lembaga pendidikan di wilayah Jakarta Barat (Jakbar) menjadi target program sekolah swasta gratis untuk tahun ajaran 2026/2027.

Sebanyak 20 sekolah itu terbagi menjadi 11 sekolah wilayah Jakbar 1 dan sembilan sekolah di wilayah Jakbar 2.

"Di wilayah Jakbar 2, ada sembilan sekolah yang disasar, yakni SMP Al Inayah, SMP Al Hasanah, SMKS Maarif Jakarta, SMAS Bufi Murni 2, SMKS Prima Wisata, SMKS Al Hamidiyah, SMKS Kebon Jeruk Jakarta dan SMAS YP BDN," kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakbar Wilayah 2, Diding Wahyudin saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu malam.

Diding mengatakan, sekolah-sekolah itu diverifikasi Sudindik usai membuat pengajuan menjadi lokus program sekolah swasta gratis.

Sebagian sekolah, kata Diding, juga sempat membuat pengajuan, namun kemudian mengundurkan diri.

"Ada juga yang udah berminat, (lalu) mengundurkan diri. Karena dia perhitungannya (pembiayaannya) terlalu kecil," ucap Diding.

Dalam program tersebut, semua biaya peserta didik ditanggung oleh Pemprov DKI, layaknya sekolah negeri.

"Pengertian gratis itu, tidak ada sama sekali anak-anak (murid) yang dimintai biaya, sama dengan di (sekolah) negeri. Termasuk untuk kebutuhan sekolahan, terutama alat-alat praktik," tutur Diding.

Adapun pendaftaran rencananya dibuka pada Juni 2026 pada proses Sistem Penerimaan Murid Baru/Pendaftaraan Peserta Didik Baru (SPMB/PPDB) tahun ajaran 2026/2027.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat, Agus Ramdhani mengatakan bahwa program sekolah swasta gratis menjadi wujud nyata dan komitmen dalam memberikan akses pendidikan yang lebih luas dan merata.

"Dengan adanya sekolah swasta gratis diharapkan semakin banyak siswa dapat melanjutkan pendidikan dengan kualitas yang baik dan lingkungan belajar yang mendukung," kata Agus.

Agus mengatakan, Pemprov DKI Jakarta telah memilih 11 sekolah swasta gratis di lingkungan Sudin Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat.

"Pemilihan sekolah swasta gratis itu diprioritaskan pada wilayah kelurahan yang tidak memiliki sekolah negeri," kata Agus.

Adapun, 11 sekolah tersebut adalah Sekolah Luar Biasa (SLB) B-C Alfiany, SLB B-C Kasih Bunda, SLB C Bina Insan Kamil, SMP Garuda, SMP Melania I, SMP Muhamadiyah 32, SMP Cindera Mata Indah, SMA Lamaholot, SMKS Citra Utama, SMKS Permata Bunda, dan SMKS Benteng Gading Jakarta.

"Didasari Kepgub No 312 Tahun 2026, tentunya ada persyaratan pemilihan sekolah gratis, diantaranya, sekolah memiliki izin pendirian, sekolah sudah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan, dan menjadi penerima bantuan operasional sekolah dari pemerintah pusat dalam kurun tiga tahun terakhir," ujarnya.

Lebih lanjut, Agus menuturkan, sekolah tersebut juga harus menjalankan kegiatan belajar mengajar secara utuh tanpa kelas yang terputus.

"Misalnya jenjang SD, sekolah wajib memiliki kelas 1 hingga kelas 6. Sementara untuk SMP harus tersedia kelas 7 sampai kelas 9. dan SMA/SMK harus tersedia kelas 10 hingga kelas 12," kata dia.

Melalui program ini, lanjut Agus, diharapkan tidak ada lagi anak sekolah yang kesulitan mengakses pendidikan hanya karena keterbatasan biaya atau minimnya fasilitas sekolah negeri di wilayahnya.

"Layanan sekolah swasta gratis tahun ajaran 2026/2027, akan dibuka sama dengan PPDB/SPMB. Kami masih menunggu regulasinya. Minggu ini infonya akan ada sosialisasi dari dinas pendidikan. Kalau diperkirakan bulan Juni 2026," tambahnya.

Baca juga: Mewujudkan program sekolah gratis SMP swasta di Kota Depok

Baca juga: Madrasah dan Pesantren harus diikutkan program sekolah gratis

Baca juga: Program sekolah swasta gratis jadi salah satu prioritas APBD DKI

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.