Shaloom Razade masukan bahasa Belanda di film horor “The Bell”

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Aktris Shaloom Razade secara inisiatif menambahkan dialog berbahasa Belanda dalam film horor terbaru “The Bell: Panggilan untuk Mati” garapan sutradara Jay Sukmo.

Memerankan karakter Isabella seorang aktivis keturunan Belitung-Belanda, Shallom mengaku peran tersebut berbeda dari yang pernah dimainkan sebelumnya.

“Karakter Isabella, keturunan Belanda-Belitung seorang aktivis yang membela hak-hak bumi. Aku belum pernah dapat karakter sekuat itu sebelumnya,” kata Shaloom, saat berkunjung ke Kantor Berita ANTARA di Jakarta, Rabu.

Dalam menghidupkan karakter Isabella, Shaloom Razade mengambil langkah kreatif dengan menambahkan dialog berbahasa Belanda, meski tidak tertulis dalam naskah.

Bagi Shaloom, keputusan tersebut memang menambah tantangan dalam proses akting. Namun, ia menilai hal itu penting untuk merepresentasikan karakter tersebut dengan latar belakangnya.

Baca juga: Wulan Guritno dan Shaloom Razade perdalam olah tubuh di film "Trinil"

“Aku mengidekan kenapa enggak di sini Isabella berbahasa Belanda juga. Jadi bisa merepresentasikan Isabella karena kan dia juga keturunan Belanda, masa enggak bisa bahasa Belanda sedikit. Menyusahkan diri aku sendiri tapi tidak apa-apa karena menurut aku itu suatu yang penting sih untuk karakter,” tutur dia.

Film horor terbaru “The Bell: Panggilan untuk Mati” yang mengangkat Penebok, sosok hantu tanpa kepala dari mitos Pulau Belitung.

Shaloom mengatakan film “The Bell” tidak hanya menghadirkan ketegangan lewat sosok hantu Penebok, tetapi juga penonton disuguhkan panorama keindahan Pulau Belitung.

Ia berharap keindahan yang ditampilkan dalam film “The Bell” juga menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Belitung.

“Biar pariwisata Belitung juga naik lagi. Ingat ya, dijaga jangan buang sampah sembarangan,” imbuh dia.

Film “The Bell: Panggilan untuk Mati” garapan sutradara Jay Sukmo menceritakan sebuah lonceng keramat di Belitung yang dipercaya mampu mengurung roh-roh jahat dicuri oleh sekelompok YouTuber demi konten. Namun, tindakan tersebut justru membebaskan Penebok, entitas mengerikan yang telah terkurung selama ratusan tahun.

Sosok hantu tanpa kepala bergaun merah itu mulai memburu mereka satu per satu, teror menyebar ke warga desa. Setiap denting lonceng menjadi pertanda kematian, Penebok datang untuk menagih kepala dari siapa pun yang mendengarnya.

Dibintangi juga oleh Ratu Sofya, Mathias Muchus, Bhisma Mulia, Givina Dewi, Septian Dwi Cahyo, Nabil Lunggana, Maulidan Zuhri, film “The Bell: Panggilan untuk Mati” dijadwalkan akan tayang di bioskop Indonesia mulai 7 Mei 2026.

Baca juga: Film horor "The Bell" angkat urban legend Pulau Belitung

Baca juga: Iko Uwais angkat kekayaan pencak silat lewat film “Ikatan Darah”

Baca juga: Ghost in the Cell raih satu juta penonton di bioskop pada hari keenam

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.