Sebanyak 75,1 persen masyarakat menyatakan puas terhadap kinerja Polri dalam memberantas perjudian, perdagangan orang, hingga penimbunan bahan bakar minyak (BBM). Berdasarkan hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM) yang dirilis Jumat (8/5/2026), tingkat kepercayaan ini didorong oleh keberhasilan Dittipidsiber Bareskrim Polri dalam mengungkap berbagai kasus besar.
Data tersebut diperoleh melalui survei yang dilakukan pada 7 hingga 20 April 2026 terhadap 1.580 responden di 34 provinsi Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar kurang lebih 2,47 persen, melibatkan pria dan wanita berusia 17 sampai 65 tahun secara tatap muka.
Dilansir dari Detikcom, kepuasan publik juga mencakup penanganan kasus narkoba dan pengamanan pangan. Keberhasilan Siber Polri dalam membongkar kejahatan siber transnasional serta penguatan tata kelola pemulihan aset (asset recovery) menjadi faktor utama di balik persepsi positif masyarakat terhadap institusi tersebut.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi khusus kepada personel Bareskrim atas capaian strategis di bidang siber dalam Rakernis Reserse Polri 2026. Salah satu prestasi yang disoroti adalah inisiasi eksekusi aset hasil tindak pidana bersama Kejaksaan sebagai tindak lanjut Laporan Hasil Analisis (LHA) PPATK.
Langkah tersebut mengacu pada implementasi Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2013 yang mengatur penanganan aset dari tindak pidana pencucian uang dengan pidana asal perjudian daring. Mekanisme ini dianggap sebagai terobosan baru di lingkungan satker Bareskrim karena melibatkan kolaborasi lintas kementerian, termasuk Kemenko Polkam dan Kementerian Keuangan.
Upaya konkret dilakukan melalui tindak lanjut atas 51 LHA dari PPATK yang mencatat transaksi di 132 situs perjudian daring. Dari proses tersebut, kepolisian melakukan penghentian sementara transaksi mencapai Rp 255,7 miliar yang tersebar di 5.961 rekening berbeda.
Penyidikan oleh Dittipidsiber Bareskrim Polri telah menghasilkan 16 laporan polisi dan 14 putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Sebagai hasilnya, aset senilai Rp 58,18 miliar dari 133 rekening telah diserahkan secara resmi kepada negara melalui Kejaksaan Agung pada 4 Maret 2026.
Selain penanganan judi, Kapolri juga memberi penghargaan atas pengungkapan kejahatan siber transnasional terkait situs W3LL.STORE. Situs tersebut diketahui memproduksi dan menjual alat peretasan (phishing tools) yang mengakibatkan kerugian global senilai 20 juta dolar AS dengan korban lebih dari 34 ribu orang di berbagai negara.
Operasi penangkapan sindikat W3LL.STORE tersebut mendapatkan bantuan data dan pertukaran informasi dari Federal Bureau of Investigation (FBI). Keberhasilan ini turut menuai apresiasi dari Menteri Komunikasi dan Digital serta Kepala Badan Siber dan Sandi Negara karena dampaknya terhadap keamanan ruang siber nasional.
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·