Pupuk organik dongkrak hasil panen saat konflik Timur Tengah memanas

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Sydney (ANTARA) - Sebuah studi menemukan bahwa mengganti sebagian pupuk nitrogen sintetis dengan sejumlah kecil input organik dapat meningkatkan kualitas tanah, hasil panen, dan efisiensi nutrisi, seiring dengan terganggunya pasokan global akibat ketegangan di Timur Tengah.

Studi yang dipimpin oleh University of Western Australia (UWA) itu dilakukan di saat sekitar 60 persen pasokan global pupuk nitrogen berbasis urea melewati Selat Hormuz, di mana gangguan geopolitik memperketat pasokan dan meningkatkan biaya bagi petani Australia, urai pernyataan UWA yang dirilis pada Kamis (30/4).

"Petani Australia berupaya menggunakan pupuk secara efisien untuk memastikan pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan," ujar Profesor Kadambot Siddique dari Institut Pertanian UWA.

Studi itu, yang ditulis bersama oleh Siddique dan sejumlah mitra penelitian internasional asal China, menunjukkan bagaimana penyesuaian strategi pemupukan dengan bahan organik dan anorganik dapat memaksimalkan hasil agronomik, ekologis, dan ekonomi.

Tim peneliti tersebut mengkaji sistem rotasi gandum pada musim dingin dan jagung pada musim panas berdasarkan strategi pemupukan yang berbeda.

"Pengurangan nitrogen sintetis hingga kurang dari 45 persen serta penggunaan pupuk organik dapat mempertahankan produktivitas tanpa meningkatkan emisi," tutur Siddique.

Tim peneliti ini menuturkan bahwa pengoptimalan keseimbangan nitrogen organik-sintetis dapat meningkatkan efisiensi pupuk, menaikkan kualitas tanah, dan memangkas emisi pertanian, sehingga menawarkan jalur potensial bagi terciptanya sistem pertanian yang lebih tangguh di tengah kondisi pasokan global yang tidak menentu.

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.