Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa Bank Dunia telah menyampaikan permohonan maaf terkait pemberian proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai buruk. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya di Jakarta Pusat pada Selasa (21/4/2026) usai pertemuannya dengan lembaga tersebut di Amerika Serikat.
Dilansir dari Detik Finance, Bank Dunia sebelumnya merilis laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026. Dalam dokumen itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 diprediksi melambat ke angka 4,7 persen, turun dari proyeksi awal sebesar 4,8 persen.
"Ada yang bilang pertumbuhan kita cuma 4,7%, itu World Bank kan ya. Begitu ketemu di sana, dia minta maaf tuh. Dia minta maaf karena dipublish sebelum diskusi dengan bosnya di sana," kata Purbaya, Menteri Keuangan.
Purbaya memutuskan untuk tidak meminta adanya revisi atas angka tersebut meskipun pihak Bank Dunia sempat menawarkan perubahan. Ia menegaskan keinginan pemerintah untuk membuktikan pencapaian yang lebih baik di masa mendatang.
"Jadi China marah, kita nggak marah, cuma saya bilang 'lu forecast-nya terlalu rendah'. 'Jadi gimana kita revisi nggak?' 'Nggak usah, saya akan buktikan bahwa kamu salah'. Dia ketawa, 'ya saya doakan juga' katanya," ucap Purbaya, Menteri Keuangan.
Optimisme pemerintah didasarkan pada langkah reformasi struktural yang sedang berjalan secara masif di berbagai instansi. Transformasi ini mencakup perbaikan sistem di Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, hingga berbagai kementerian dan lembaga lainnya.
"Jadi saya bilang ke mereka kenapa Indonesia lebih bagus dibanding negara-negara lain? Karena kita sudah melakukan reformasi sebelum pergolakan di global itu terjadi. Sebelum perang, kita sudah perbaiki ekonominya di sini," tutur Purbaya, Menteri Keuangan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·