Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaksanakan pertemuan strategis dengan 18 investor besar di Amerika Serikat pada Kamis, 16 April 2026, guna memberikan klarifikasi langsung mengenai persepsi negatif yang berkembang terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kunjungan kerja tersebut difokuskan untuk meredam kekhawatiran pasar global terhadap stabilitas fiskal Indonesia. Dilansir dari Kompas, Purbaya tidak hanya menyasar para pemilik modal, tetapi juga melakukan koordinasi intensif dengan lembaga keuangan internasional utama.
Selain pertemuan dengan investor, Purbaya mengadakan diskusi bersama perwakilan World Bank dan lembaga pemeringkat internasional S\&P Global Ratings. Dialog tersebut bertujuan menyelaraskan pandangan mengenai prospek ekonomi Indonesia ke depan.
Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa kedua lembaga pemeringkat dan keuangan tersebut memberikan respons positif terhadap langkah yang diambil pemerintah. Ia menyatakan bahwa pihak World Bank serta S\&P Global Ratings merasa puas dengan strategi fiskal yang saat ini diterapkan Indonesia.
Upaya diplomasi ekonomi ini diharapkan mampu memperbaiki sentimen negatif global yang sebelumnya sempat membayangi proyeksi fiskal nasional. Penjelasan mendalam mengenai postur belanja dan pendapatan negara menjadi poin utama dalam proses klarifikasi tersebut.
Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan INDEF, M Rizal Taufikurahman, turut memberikan sorotan terhadap efektivitas pertemuan ini dalam mengubah persepsi pasar. Analisis mendalam diperlukan untuk melihat sejauh mana hasil pertemuan di Amerika Serikat ini akan berdampak pada aliran modal masuk.
Hingga saat ini, pemerintah terus memantau respons lanjutan dari pasar global pasca rangkaian pertemuan di Amerika Serikat tersebut. Agenda kunjungan kerja ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kementerian untuk menjaga kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi dalam negeri.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·