Rachmat Irianto Jalani Operasi Lutut Kanan Demi Selamatkan Karier

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Gelandang sekaligus bek Persebaya Surabaya, Rachmat Irianto, memutuskan untuk menjalani tindakan operasi pada lutut kanannya pada Selasa, 21 April 2026, guna memastikan proses pemulihan berjalan maksimal sebelum kompetisi berakhir. Langkah medis ini diambil setelah tim medis melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fisik pemain berusia 26 tahun tersebut.

Chief Medical Officer Persebaya, Pratama Wicaksana Wijaya, mengungkapkan bahwa pemain yang akrab disapa Rian itu mengalami komplikasi langka pascarekonstruksi ACL yang dilakukan pada musim lalu. Kondisi ini terdeteksi setelah tim medis melakukan rangkaian pemeriksaan sport science terhadap kekuatan otot paha dan betis sang pemain.

“Secara umum, cedera yang dialami Rachmat Irianto di lutut kanan adalah cyclops lesion. Kondisi ini merupakan komplikasi yang cukup jarang terjadi setelah tindakan rekonstruksi ACL. Rian sebelumnya mengalami cedera ACL saat masih bersama tim sebelumnya pada akhir musim lalu, sudah menjalani operasi dan proses rehabilitasi dengan baik,” ujar Pratama Wicaksana Wijaya, Chief Medical Officer Persebaya.

Meskipun Rian sebenarnya telah melewati fase pemulihan cedera ACL sebelumnya, tim medis menemukan adanya gangguan yang memerlukan penanganan bedah tambahan. Keputusan untuk naik meja operasi ini merupakan hasil diskusi panjang antara manajemen, tim pelatih, dan tim medis klub berjuluk Bajol Ijo tersebut.

“Secara protokol tidak ada program yang benar-benar khusus karena kami mengikuti standar rehabilitasi yang sudah ada. Namun kami tetap melakukan pendekatan sport science dengan pemeriksaan menyeluruh, terutama terkait kekuatan otot paha dan betis,” jelas Pratama Wicaksana Wijaya, Chief Medical Officer Persebaya.

Dokter yang akrab disapa Tommy itu menambahkan bahwa hasil pemeriksaan awal akan digunakan sebagai parameter perbandingan setelah proses rehabilitasi selesai dilakukan. Manajemen menargetkan sang pemain dapat kembali memperkuat lini pertahanan tim dalam kondisi yang jauh lebih tangguh pada musim depan.

“Hasil pemeriksaan itu akan menjadi acuan. Setelah proses rehabilitasi selesai, kami akan melakukan pengukuran kembali untuk membandingkan kondisinya sebelum operasi. Targetnya jelas, kami ingin Rian kembali dalam kondisi lebih kuat dari sebelumnya,” imbuh Pratama Wicaksana Wijaya, Chief Medical Officer Persebaya.

Sebelum diputuskan menjalani operasi, Rian tercatat masih sempat memberikan kontribusi di lapangan saat Persebaya bertanding melawan Persita dan Persija. Sepanjang musim ini, ia telah mencatatkan 20 penampilan dengan torehan satu gol serta mencatat rata-rata 6,2 pemulihan bola per pertandingan.

“Syukurnya Rian masih sempat memberikan kontribusi saat menghadapi Persita dan Persija. Setelah melalui diskusi antara tim medis, manajemen, dan pelatih, akhirnya diputuskan operasi dilakukan sekarang sebelum kompetisi berakhir,” jelas Pratama Wicaksana Wijaya, Chief Medical Officer Persebaya.

Data statistik yang dilansir dari prokalteng.jawapos.com menunjukkan Rian juga membukukan tiga clean sheets meski memiliki catatan evaluasi berupa sembilan kesalahan yang berujung tembakan lawan. Saat ini, fokus utama sang pemain adalah menjalani pemulihan total tanpa terburu-buru kembali ke lapangan hijau.