Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia melakukan pertemuan dengan perwakilan Pemerintah Inggris sebagai bagian untuk mendorong pembiayaan inovatif bagi taman nasional di Tanah Air dan memperkuat kemitraan strategis.
Menurut pernyataan diterima di Jakarta, Kamis, Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim dan Energi sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pembiayaan Inovatif untuk Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik Hashim Djojohadikusumo didampingi Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni sebagai Wakil Ketua Satgas bertemu dengan UK Special Representative for Nature Ruth Davis dan Duta Besar Inggris Dominic Jermey di Jakarta Selasa (21/4).
"Pemerintah Inggris telah mengalokasikan 2 juta poundsterling untuk mendukung inisiatif ini, sementara Indonesia mengalokasikan 120 juta dolar dari APBN untuk Taman Nasional Way Kambas. Ini adalah komitmen nyata di tengah tekanan finansial global," ujar Hashim dalam arahannya saat pertemuan itu.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam kesempatan yang sama memaparkan bahwa meskipun Indonesia memiliki 57 taman nasional seluas 18 juta hektare, saat ini kebutuhan pendanaan konservasi perlu dioptimalkan.
Baca juga: Pemerintah pertimbangkan skema karbon untuk pendanaan taman nasional
"Kita harus jujur bahwa pendanaan saat ini belum mencukupi. Taman nasional kita selama ini masih menjadi pusat biaya (cost center), dan kita harus mengubahnya menjadi lebih mandiri," jelas Menhut.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Kehutanan mengusulkan lima skema transformasi. Pertama, perubahan status taman nasional menjadi BLU agar pendapatan yang dihasilkan dapat dikelola secara mandiri dan profesional dengan dalam TN Komodo, TN Bromo Tengger Semeru, dan TN Gunung Rinjani akan menjadi proyek percontohan.
Kedua, memperkuat pengembangan kapasitas pengelolaan taman nasional, termasuk penguatan Polisi Hutan. Ketiga, memperkuat peran lembaga pembiayaan, melalui Indonesia Biodiversity Fund atau IBiofund yang dikelola Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).
Keempat, partisipasi masyarakat dan pembagian manfaat. Kelima, perlindungan koridor satwa dan langkah-langkah konservasi berbasis area efektif lainnya (OECM).
Sementara itu, UK Special Representative for Nature Ruth Davis menyampaikan Indonesia menunjukkan kepemimpinan global yang nyata melalui pembentukan satgasi untuk memperkuat pendanaan, tata kelola, dan perlindungan taman nasional.
Baca juga: Pemerintah alokasikan Rp2 triliun untuk konservasi Way Kambas di Lampung
Kolaborasi itu, katanya, mencerminkan komitmen bersama kedua negara dalam melindungi alam dan keanekaragaman hayati, sejalan dengan kemitraan strategis Inggris-Indonesia. Melanjutkan kerja sama yang telah terjalin melalui Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI).
"Inggris bangga dapat mendukung Satuan Tugas baru ini melalui berbagi keahlian teknis, implementasi awal pendekatan pendanaan yang berintegritas tinggi, serta memanfaatkan jejaring kami untuk menghubungkan prioritas Indonesia dengan pendanaan filantropi dan sektor swasta, termasuk di City of London," demikian Ruth Davis.
Baca juga: Menhut: Satgas Pembiayaan Taman Nasional pacu pendanaan berkelanjutan
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·