Indonesia dipastikan siap untuk menghadapi El Nino Godzilla. Ketahanan beras Indonesia untuk itu mencapai 15 bulan.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menuturkan proyeksi itu didasarkan pada stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP), beras beredar di sektor hotel, restoran dan katering (Horeka), dan beras yang ditanam dan menunggu panen atau standing crop.
“Stok kita (CBP) 5 juta ton. Terbesar sepanjang sejarah. Kemudian di Horeka 12,5 juta ton. Standing crop 11 juta. Total kalau tidak salah ini 28 juta setara 11 bulan. Sedangkan kekeringan itu 6 bulan. Artinya aman. Jadi aman kan?” kata Amran saat mengecek gudang beras di Karawang, Jawa Barat pada Kamis (23/4).
Selain itu, Amran juga terus melakukan optimalisasi baik dari segi pompanisasi sampai irigasi. Dengan begitu, stok bisa aman sampai 15 bulan.
“Nah, sekarang pada saat musim kering, kita masih berproduksi 2 juta ton per tahun. Karena ada irigasi. Ada sawah irigasi, pompanisasi jalan, irigasi jalan. Nah, itu berarti 6-12 juta ton. 12 juta katakan ya 4 bulan, 5 bulan. Berarti bisa sampai April tahun depan kekuatan pangan beras kita. Jadi, aman. Karena 11 (bulan) tambah 4, ya 15 bulan,” ujarnya.
Amran juga merespons terkait realisasi bantuan pangan pemerintah berupa beras yang masih kurang. Menurutnya, hal itu menunjukan adanya indikasi pasar jenuh. Hal ini membuat permintaan akan beras menjadi rendah.
“Tahun lalu hanya separuh (realisasi). Tahun ini bisa saja 30 persen saja, 40 persen. Kenapa? Rumah-rumah penuh dengan beras. Jadi itu menandakan seandainya ini terserap habis, berarti kosong di lapangan. Itu logikanya kan,” katanya.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·