Rosan Roeslani Laporkan Minat Investasi Global Tetap Tinggi ke Presiden

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani melaporkan perkembangan realisasi investasi kuartal I tahun 2026 kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (21/4). Laporan tersebut menekankan ketahanan minat investor global terhadap Indonesia di tengah eskalasi tensi geopolitik dan geoekonomi dunia.

Kunjungan tersebut bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai posisi Indonesia dalam peta investasi internasional. Dilansir dari Bloombergtechnoz, dinamika konflik global serta ketidakpastian ekonomi saat ini diklaim tidak menghambat ketertarikan pelaku usaha asing untuk menanamkan modal di tanah air.

Rosan menegaskan bahwa optimisme investor tetap terjaga meskipun situasi global sedang tidak menentu akibat berbagai krisis internasional.

"Terlepas dari keadaan sekarang, perang, geopolitik dunia, dan geoekonomi dunia, ternyata minat dan ketertarikan mereka untuk berinvestasi di Indonesia sangat tinggi, masih sangat baik," ujar Rosan.

Keyakinan ini bersumber dari serangkaian pertemuan strategis yang dilakukan bersama para pemimpin bisnis di berbagai negara maju Asia. Rosan menyebutkan bahwa dalam berbagai forum besar maupun diskusi terbatas, Indonesia tetap dipandang sebagai tujuan utama bagi para pemilik modal asing.

Data komitmen investasi menunjukkan angka yang cukup besar dari mitra dagang utama Indonesia di kawasan Asia Timur. Potensi investasi dari Jepang tercatat mendekati angka USD 30 miliar, sementara Korea Selatan mencapai kisaran USD 10 miliar, diikuti oleh aliran modal dari Tiongkok yang tetap menunjukkan konsistensi tinggi.

Pemerintah juga telah menetapkan sasaran jangka panjang yang ambisius untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi melalui sektor investasi. Target realisasi investasi untuk periode 2025–2029 dipatok melampaui Rp13.000 triliun, meningkat tajam dibandingkan capaian periode sepuluh tahun sebelumnya yang berada di angka Rp9.100 triliun.

Pencapaian target tersebut dipandang sebagai langkah krusial untuk memastikan keberlanjutan pembangunan ekonomi nasional dalam lima tahun ke depan.

"Peningkatannya memang cukup signifikan, tetapi alhamdulillah target-target tersebut masih dapat tercapai. Kami berharap hal ini dapat terus terjaga," imbuh Rosan.