Sebuah peluru nyasar menembus plafon rumah warga bernama Hamidah (50) di Gang Nangka, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, pada Rabu (20/5) pukul 09.50 WIB. Proyektil peluru yang jatuh tepat di samping kaki anak pemilik rumah tersebut ditemukan dalam kondisi masih panas.
Peristiwa ini pertama kali dilaporkan oleh korban yang terkejut setelah mendengar suara menyerupai letupan petasan dari arah langit-langit rumah, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Ciracas kini telah mengamankan barang bukti tersebut untuk dilakukan uji forensik guna mengetahui asal-usul senjata.
Pemilik rumah sempat memberanikan diri untuk mengambil proyektil yang tergeletak di lantai sesaat setelah kejadian itu berlangsung.
"Saya pegang. Posisi pelurunya tuh masih panas. Cuma ujung itunya tuh sudah bengkok gitu," kata Hamidah.
Menurut kesaksian korban, logam tersebut memiliki ciri fisik berwarna kekuningan dengan ukuran sekitar satu setengah ruas jari kelingking orang dewasa.
"Nggak sampai dua ruas kok. Di sini (kelingking), satu setengah ruas. Pelurunya kayak dari kuningan dia, bahan pelurunya. Saya pegang spontan, panas. Saya perhatiin, cuman karena saya orang awam jadi nggak ngerti, nggak ngeh, nggak melihat nomor seri," jelas Hamidah.
Korban mengaku tidak sempat memperhatikan detail teknis karena ketidaktahuannya mengenai benda persenjataan tersebut.
"Setelah kejadian itu, banyak teman-teman yang nanya, 'Dilihat enggak serinya?', gitu. Saya nggak tahu lah," imbuh Hamidah.
Pasca-kejadian, penghuni rumah segera melaporkan temuan tersebut kepada aparat kepolisian yang datang ke lokasi untuk mengamankan situasi.
"Tapi kemarin juga nanya sih sama, aku tanya polisi, 'Enggak apa-apa, Bu,' katanya gitu. Terus langsung saya masukin plastik," imbuh Hamidah.
Saat peluru itu jatuh menembus atap, korban dan anaknya diketahui sedang berada di ruang tengah rumah mereka.
"Awalnya kayak ledakan gitu, kayak petasan gitu lah, nggak terlalu besar, nggak terlalu... eh kecil juga suaranya. Terus kaget. Cuma belum tahu ada peluru gitu. Pas itu saya lihat kecil gitu pelurunya," terang Hamidah.
Sesaat kemudian, korban langsung memeriksa area sekitar ruangan dan menemukan atap rumahnya sudah dalam kondisi berlubang.
"Posisi aku duduk sini. Jadi pelurunya di sini nih, di depan. Nah, di sini si Adek nih bobo di sini. Cuma kepala, kepala di sini, kaki sebelah sini. Jadi persis di samping kaki si Adek," ungkap Hamidah.
38 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·