Pasalnya, sejumlah bahan pangan di Indonesia masih bergantung pada impor dan dibeli menggunakan dolar AS. Kondisi ini membuat harga pangan domestik menjadi rentan terhadap gejolak kurs.
Ketika rupiah tertekan, biaya impor otomatis meningkat sehingga berpotensi mendorong kenaikan harga di tingkat produsen hingga konsumen. Situasi ini tidak hanya berdampak pada industri makanan, tetapi juga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat melalui naiknya harga kebutuhan pokok di pasar.
Jika tren pelemahan rupiah berlanjut, bukan tidak mungkin harga berbagai bahan pangan akan ikut merangkak naik dalam waktu dekat. Mengutip laman Badan Pusat Statistik (BPS), berikut daftar komoditas impor yang prediksi terdampak melemahnya rupiah.
1. Gandum dan meslin
Komoditas ini hampir sepenuhnya diimpor untuk kebutuhan industri tepung terigu. Pelemahan rupiah akan langsung meningkatkan biaya produksi, sehingga berpotensi menaikkan harga produk turunan seperti roti dan mi.
2. Gula
Baik gula konsumsi maupun gula mentah untuk industri masih mengandalkan impor. Kenaikan biaya impor bisa berdampak pada harga gula di pasaran.
3. Kakao
Meski Indonesia produsen kakao, beberapa kebutuhan industri tetap bergantung pada impor, sehingga rentan terhadap fluktuasi kurs.
4. Kedelai
Bahan utama tahu dan tempe ini sebagian besar diimpor. Melemahnya rupiah berpotensi membuat harga kedelai dan produk turunannya ikut naik.
5. Tembakau
Industri rokok tertentu masih menggunakan tembakau impor, sehingga biaya produksi bisa meningkat saat rupiah melemah.
6. Susu
Kebutuhan susu, khususnya bahan baku susu bubuk, masih bergantung pada impor. Kondisi ini dapat memicu kenaikan harga produk olahan susu.
7. Daging sapi impor
Pasokan daging sapi dari luar negeri cukup besar. Pelemahan rupiah dapat menyebabkan harga daging sapi di dalam negeri ikut terdongkrak.
8. Bawang putih
Hampir seluruh kebutuhan bawang putih dipenuhi dari impor, sehingga sangat sensitif terhadap perubahan nilai tukar.
9. Ikan
Beberapa jenis ikan masih diimpor untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, terutama jenis tertentu yang tidak banyak diproduksi di dalam negeri.
10. Beras
Dalam kondisi tertentu, Indonesia masih melakukan impor beras untuk menjaga stok. Jika rupiah melemah, biaya impor meningkat dan berpotensi memengaruhi harga di pasar.
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·