Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) membuka perdagangan akhir pekan dengan tren negatif. Mata uang Garuda tercatat melemah 0,19% ke level Rp17.169/US$ pada pembukaan pagi ini.
Tekanan terhadap mata uang domestik berlanjut tak lama setelah pasar dibuka. Berdasarkan data yang dilansir dari Bloombergtechnoz pada 17 April 2026 pukul 09:20 WIB, rupiah terkoreksi lebih dalam sebesar 0,29% ke posisi Rp17.185/US$.
Performa rupiah sepanjang pekan ini menunjukkan pelemahan sebesar 0,22%. Catatan ini menempatkan rupiah sebagai mata uang terlemah kedua di kawasan Asia, hanya berada di atas rupee India yang merosot 0,5%.
Koreksi yang dialami rupiah terjadi saat indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama justru sedang mengalami tren penurunan. Hari ini merupakan hari kelima indeks dolar melemah ke posisi 98,2.
Di sisi lain, harga minyak mentah jenis Brent juga menunjukkan penurunan ke level US$98,06 per barel. Meski kondisi global ini biasanya menjadi katalis positif, rupiah belum mampu memanfaatkan momentum penguatan secara berkelanjutan.
Secara historis, apresiasi rupiah biasanya terjadi saat dolar AS melemah dan harga komoditas energi stabil. Namun, pelemahan indeks dolar saat ini belum cukup kuat untuk mengangkat nilai tukar rupiah dari zona merah.
Faktor Risiko Domestik dan Ancaman PHK
Tekanan terhadap nilai tukar lebih banyak dipicu oleh faktor risiko dari dalam negeri. Sektor manufaktur, khususnya industri tekstil dan suku cadang otomotif, menghadapi ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 9.000 tenaga kerja.
Kekhawatiran investor juga diperparah oleh kondisi fiskal nasional yang belum sepenuhnya stabil. Lembaga pemeringkat S&P bahkan menilai Indonesia sebagai negara paling rentan mengalami penurunan rating di Asia Tenggara jika konflik global berlanjut.
Sepanjang kuartal I-2026, cadangan devisa Indonesia telah berkurang sebesar US$8,23 miliar. Kondisi ini memaksa otoritas moneter untuk memperkuat stabilitas pasar melalui intensifikasi instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·