Rupiah melemah seiring eskalasi di Timur Tengah memanas

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pelemahan diperkirakan akan terbatas, dengan investor menantikan data PDB Q1 (Produk Domestik Bruto Kuartal I-2026) Indonesia yang akan dirilis siang ini

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Selasa pagi, bergerak melemah 11 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.405 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.394 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong menyatakan pelemahan rupiah dipicu eskalasi di Timur Tengah (Timteng) yang semakin memanas

“Rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS yang menguat, merespons eskalasi di Timteng,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Sebuah laporan menyebutkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) diserang oleh Iran. Layanan pers pemerintah Emirat Fujairah melaporkan kebakaran di salah satu zona minyak setelah serangan drone yang memicu kekhawatiran eskalasi regional, sebagaimana dilaporkan Sputnik.

Namun, sumber militer senior Iran menyatakan pihaknya tidak pernah dan saat ini tidak berencana menyerang UEA.

Di samping itu, AS disebut menenggelamkan beberapa kapal Iran seiring Presiden AS Donald Trump mengumumkan Project Freedom, operasi untuk membantu kapal-kapal yang terhambat di Selat Hormuz dan ingin meninggalkan kawasan tersebut.

CENTCOM menyatakan dukungan militer untuk operasi itu mencakup kapal perusak rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, sistem nirawak multi-domain, serta 15.000 personel militer. Operasi tersebut dimulai pada Senin (4/5).

Sementara itu, media Iran IRIB melaporkan militer Iran mencegah kapal-kapal AS melintas di jalur air itu dengan menembakkan dua rudal ke arah satu kapal perang AS.

“Pelemahan diperkirakan akan terbatas, dengan investor menantikan data PDB Q1 (Produk Domestik Bruto Kuartal I-2026) Indonesia yang akan dirilis siang ini,” kata dia.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.350-Rp17.450 per dolar AS.

Baca juga: Tekanan global meningkat, BI intensifkan intervensi pasar jaga rupiah

Baca juga: Ekonom nilai kombinasi kebijakan BI cegah rupiah tak jatuh lebih dalam

Baca juga: Purbaya nilai pelemahan rupiah bukan cerminan fundamental ekonomi RI

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.