Rupiah Melemah Tipis Terimbas Tingginya Harga Minyak Global

Sedang Trending 39 menit yang lalu

Nilai tukar rupiah mengalami penurunan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (21/5) pagi di Jakarta. Mata uang garuda melemah sebesar 1 poin atau 0,01 persen ke posisi Rp17.655 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.654 per dolar AS.

Pergerakan negatif mata uang domestik ini dipicu oleh pergerakan harga minyak mentah dunia yang bertahan di level tinggi serta keperkasaan indeks dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menjelaskan bahwa pergerakan rupiah hari ini diperkirakan terus berada dalam tekanan faktor global.

"Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah dengan kisaran di Rp17.690 - Rp17.740 dipengaruhi oleh faktor global harga minyak yang masih di atas 100 dolar AS per barel dan index dollar yang masih kuat," ucap Rully Nova, Analis Bank Woori Saudara.

Menurut laporan Anadolu yang dikutip ANTARA, harga minyak Brent berjangka saat ini berada di level 104,5 dolar AS per barel setelah turun sekitar 6,5 persen, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 5,5 persen ke posisi 98 dolar AS per barel.

Sentimen penurunan harga minyak dipengaruhi oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai konflik Iran, serta rekor penurunan persediaan minyak mentah AS akibat lonjakan ekspor yang menguras cadangan domestik sebesar 17,8 juta barel hingga menyentuh level terendah dalam setahun terakhir.

Dari sisi domestik, kerentanan kondisi fiskal pemerintah terhadap situasi geopolitik, harga minyak, subsidi, serta insentif daya beli masyarakat turut menjadi perhatian pasar.

"Pidato presiden (Prabowo Subianto) masih harus dicermati lebih mendalam lagi dengan kondisi fiskal yang rapuh saat ini mengingat tax ratio Indonesia tidak pernah beranjak di atas 10 persen dari GDP (Gross Domestic Product)," ungkap Rully Nova, Analis Bank Woori Saudara.