Rupiah NDF Tertekan ke Rp17.143 per Dolar AS pada 14 April

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Nilai tukar rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) diperdagangkan stagnan pada level Rp17.143 per dolar AS saat pembukaan pasar pada Selasa, 14 April 2026. Pergerakan mata uang ini dibayangi lonjakan harga minyak mentah dunia serta ketidakpastian kondisi geopolitik global.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, mata uang Garuda di pasar luar negeri sempat merosot ke titik terendah baru di level Rp17.203 per dolar AS pada Senin malam pukul 20:15 WIB. Fluktuasi ini terjadi di tengah pergerakan indeks dolar AS yang sempat menguat ke posisi 99,04 sebelum akhirnya melandai ke angka 98,36.

Komoditas minyak mentah jenis Brent juga menunjukkan volatilitas tinggi dengan sempat menguat 6,03 persen ke harga US$100,94 per barel sebelum terkoreksi menjadi US$99,36. Tekanan pada rupiah tetap bertahan meskipun mata uang kawasan lain seperti yen Jepang dan ringgit Malaysia justru menguat terhadap dolar AS.

Kenaikan volume transaksi minyak dalam denominasi yuan menjadi sentimen positif bagi mata uang China di tengah konflik global. Berdasarkan laporan Bloomberg News, pembayaran yuan antara China dan Timur Tengah mencapai 1,1 triliun yuan pada 2024 atau tumbuh signifikan sebesar 53 persen secara tahunan sejak 2020.

Di sisi domestik, peningkatan risiko fiskal menjadi faktor utama yang membuat rupiah rentan terhadap gejolak eksternal. Kebutuhan pembiayaan belanja negara yang besar dalam tren suku bunga tinggi memicu sikap selektif dari para investor global terhadap pasar negara berkembang.

Tingginya harga minyak dunia diprediksi dapat memperlebar defisit transaksi berjalan Indonesia serta menambah beban subsidi energi dalam APBN. Penurunan cadangan devisa juga dinilai berpotensi membatasi kemampuan intervensi bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar di pasar spot.

Analisis teknikal menunjukkan rupiah memiliki level support pada rentang Rp17.200 hingga Rp17.250 per dolar AS. Jika level tersebut tertembus, pergerakan rupiah diprediksi akan menuju level Rp17.400 dalam tren jangka menengah, dengan potensi penguatan harian tertahan pada resistance Rp17.080.