Harga CPO 23 April 2026 Berisiko Terkoreksi Setelah Naik Tiga Hari

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) mencatatkan kenaikan signifikan pada penutupan perdagangan kemarin. Lonjakan ini menandai penguatan harga komoditas tersebut selama tiga hari berturut-turut.

Dikutip dari Bloombergtechnoz, harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives Exchange untuk kontrak pengiriman tiga bulan ditutup pada level MYR 4.628 per ton pada Rabu (22/4/2026). Angka ini meningkat 1,51% dibandingkan hari sebelumnya.

Level harga tersebut menjadi yang tertinggi yang pernah dicapai sejak 9 April lalu. Secara akumulatif, harga CPO telah terangkat sebesar 4% secara point-to-point dalam kurun waktu tiga hari terakhir.

Kenaikan harga ini didorong oleh ekspektasi pasar terhadap penurunan pasokan global. Indonesia dan Malaysia sebagai produsen utama diprediksi akan mengalokasikan lebih banyak stok untuk pemenuhan kebutuhan domestik.

Kebijakan bahan bakar nabati menjadi faktor krusial di tengah fluktuasi harga minyak mentah. Malaysia berencana menerapkan kebijakan B15 sebagai pengembangan dari B10, dengan target antara B12 yang diperkirakan menyerap 1 hingga 1,5 juta ton CPO per tahun.

Langkah serupa juga diambil oleh pemerintah Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memberikan penegasan bahwa pemberlakuan B50 akan mulai efektif pada Juli mendatang.

"B50 tetap harus ada. Ini survival mode. Siapa yang menjamin hari ini harga (minyak) turun? Besok terjadi gejolak apa lagi? Sekarang ini di dunia, orang punya duit saja belum tentu dapat barang. Ini yang kita bicara tentang kedaulatan energi," ujar Bahlil pekan lalu.

Meskipun sedang dalam tren positif, terdapat risiko koreksi untuk perdagangan hari ini, Kamis (23/4/2026). Berdasarkan analisis teknikal harian, posisi CPO sebenarnya masih berada di zona bullish dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari di angka 55.

Namun, indikator Stochastic RSI 14 hari yang berada di level 39 menunjukkan adanya tekanan jual yang kuat. Hal ini memberikan sinyal bahwa harga komoditas sawit ini berisiko mengalami penurunan.

Titik pivot point yang perlu dicermati pada perdagangan hari ini berada di level MYR 4.574 per ton. Jika terjadi pelemahan, harga kemungkinan akan menguji level support di MYR 4.569 per ton yang merupakan Moving Average (MA) 5.

Target penurunan selanjutnya berada di level MA-10 pada angka MYR 4.528 per ton. Sebaliknya, jika harga tetap mampu bergerak menguat, maka level MYR 4.636 per ton akan menjadi resisten terdekat, diikuti oleh resisten berikutnya di MYR 4.664 per ton.