Wasit Sander van der Eijk menghentikan sementara pertandingan Eredivisie antara NAC Breda dan sc Heerenveen pada Minggu sore setelah suporter tuan rumah melemparkan kembang api ke tengah lapangan Stadion Rat Verlegh.
Insiden pelemparan tersebut terjadi pada menit ke-62 saat NAC Breda sedang memimpin kedudukan 1-0, yang kemudian memicu keputusan wasit untuk menunda laga demi alasan keamanan pemain dan ofisial.
Aksi sabotase ini merupakan puncak ketegangan di internal klub, di mana para pendukung telah menyuarakan protes keras terhadap pelatih Carl Hoefkens dan direktur teknis Peter Maas melalui spanduk protes sebelum sepak mula.
Krisis manajemen klub juga ditandai dengan pengunduran diri Pierre van Hooijdonk pada pekan ini setelah sebelumnya menjadi sasaran ketidakpuasan para suporter selama musim berjalan.
Laporan dari Goal menyebutkan bahwa desas-desus mengenai rencana gangguan jalannya pertandingan sudah beredar luas sebelum laga dimulai sebagai bentuk protes atas kondisi internal tim yang terpuruk.
Kekacauan pecah saat obor dan kembang api mendarat di lapangan hijau, yang kemudian direspons dengan kecaman dari kelompok penonton lain di sudut tribun berbeda.
"Hoefkens out" tulis spanduk yang dikibarkan pendukung tuan rumah di tribun.
Narasi protes tersebut diikuti dengan reaksi keras dari penonton yang tidak setuju dengan tindakan anarkis di dalam stadion.
"malu-maluin" teriak kelompok suporter dari bagian lain stadion.
Meskipun pertandingan akhirnya dilanjutkan setelah koordinasi keamanan, KNVB telah menetapkan pedoman bahwa setiap insiden susulan akan mengakibatkan penghentian pertandingan secara permanen.
Dari sisi kompetisi, NAC Breda sangat membutuhkan kemenangan demi menjaga peluang bertahan di kasta tertinggi, meski hasil dari pertandingan tim lain membuat ancaman degradasi tetap sulit dihindari.
Gol tunggal dalam laga ini dicetak oleh kapten tim, Boy Kemper, melalui tendangan keras di babak pertama, sementara kiper Daniel Bielica melakukan penyelamatan penting untuk menghalau serangan Heerenveen.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·