Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) ditutup merosot 4,12 persen ke level Rp 1.165 pada akhir perdagangan sesi I Kamis (16/4/2026). Penurunan ini terjadi akibat tekanan aksi jual setelah emiten milik Prajogo Pangestu tersebut sempat menyentuh level tertinggi Rp 1.255 pada awal sesi.
Data Bursa Efek Indonesia yang dilansir investor.id menunjukkan nilai transaksi CDIA mencapai Rp 153,58 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 127,4 juta saham. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, tercatat adanya aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 34,3 miliar pada hari yang sama.
Koreksi ini melanjutkan tren negatif setelah pada Rabu (15/4/2026) saham anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ini juga melemah 5,08 persen. Meski demikian, dalam kurun satu bulan terakhir, harga saham CDIA tercatat masih menguat 46,54 persen dari harga awal Rp 795 per lembar.
| Kenaikan 1 Bulan | 46,54 Persen |
| Laba Bersih 2025 | Rp 2,19 Triliun |
| Dividen Interim | Rp 171,5 Miliar |
Secara fundamental, perusahaan membukukan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 dengan laba bersih mencapai US$ 127,8 juta atau setara Rp 2,19 triliun. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan laba hingga 281,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebagaimana dilaporkan harianbasis.co.
"Ini mencerminkan ketangguhan platform operasional serta disiplin dalam mengeksekusi strategi pertumbuhan pada tahun pertama sebagai perusahaan publik," kata Direktur CDIA, Jonathan Kandinata, dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia.
Selain kinerja keuangan, CDIA juga tengah melakukan ekspansi masif melalui anak usahanya, PT Chandra Shipping International (CSI). Perusahaan meluncurkan kapal logistik kimia Boreas berkapasitas 9.000 DWT yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Juni 2026 untuk melayani rute internasional.
Menurut laporan ajaib.co.id, investor asing sebelumnya sempat melakukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 48,73 miliar pada perdagangan 15 April 2026. Perusahaan juga telah mengamankan fasilitas kredit sebesar US$ 100 juta dari Bangkok Bank untuk mendukung pengembangan infrastruktur logistik dan energi di Cilegon.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·