Liputan6.com, Jakarta - Sinetron Istiqomah CInta Episode Rabu 13 Mei mengisahkan, berkat doa yang terus dipanjatkan Khansa serta dukungan spiritual yang ia berikan, Fathan akhirnya mampu memimpin sebuah operasi besar demi menyelamatkan nyawa Sultan. Keberhasilan operasi tersebut membuat banyak orang kagum pada kemampuan dan keteguhan hati Fathan sebagai seorang dokter. Di balik keberhasilannya, ada peran Khansa yang selalu setia memberikan semangat dan keyakinan saat Fathan berada di bawah tekanan besar.
Sementara itu, di tempat lain, Darto dan Elva dipertemukan dengan seorang dokter muda bernama Vionika. Gadis itu memiliki kecerdasan luar biasa, tetapi yang paling mengejutkan adalah penampilannya yang sangat mirip dengan putri mereka yang telah meninggal, Monika. Kemiripan itu membuat Darto dan Elva teringat kembali pada sosok anak mereka yang selama ini begitu mereka rindukan.
Saat itu, Vionika dan ibunya sedang berada dalam situasi sulit karena disekap oleh seorang rentenir kejam bernama Roni akibat lilitan utang. Darto dan Elva datang menolong mereka dengan melunasi seluruh utang tersebut. Namun bantuan itu ternyata memiliki syarat yang sangat berat. Vionika diminta ikut ke Korea Selatan untuk menjalani operasi plastik total agar wajahnya benar-benar menyerupai Monika. Tidak hanya itu, ia juga diminta mendekati Fathan dan merebut hati pria tersebut. Demi menyelamatkan sang ibu dari ancaman rentenir, Vionika akhirnya terpaksa menerima perjanjian yang terasa begitu menyakitkan baginya.
Satu setengah tahun kemudian, kehidupan mereka banyak berubah. Khansa kini tumbuh menjadi mahasiswi hukum yang cerdas dan berprestasi. Di sisi lain, Fathan semakin dikenal sebagai dokter bedah hebat yang bekerja dengan tulus tanpa memikirkan keuntungan pribadi.
Kemunculan Vionika di rumah sakit membuat semua orang terkejut. Dengan wajah yang kini benar-benar menyerupai Monika, tetapi dengan pembawaan yang lebih dewasa dan berwibawa, ia melamar menjadi asisten bedah Fathan. Awalnya, Fathan menolak mentah-mentah karena masih terkejut melihat wajah Vionika. Namun penolakan itu perlahan berubah ketika Vionika mampu menjawab berbagai studi kasus medis tingkat spesialis dengan sangat sempurna. Kepintaran dan kemampuannya membuat Fathan tidak bisa lagi meremehkannya.
Di sisi lain, setelah menjalani perjuangan panjang selama satu setengah tahun di bawah bimbingan Oscar, Khansa akhirnya berhasil meraih gelar Sarjana Hukum. Kepulangannya membawa kebahagiaan besar bagi Hutami, Puspa, dan Dokter Akhsan yang sangat merindukannya.
Momen paling mengharukan terjadi ketika Fathan sedang duduk sendiri di warung bakso penuh kenangan, tempat yang sering mengingatkannya pada Khansa. Saat ia larut dalam rasa rindu, tiba-tiba Khansa datang menghampirinya. Pertemuan tak terduga itu membuat suasana berubah emosional dan penuh haru setelah sekian lama mereka terpisah.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·