CEO OpenAI Sam Altman memberikan penegasan bahwa perusahaannya tidak memiliki rencana untuk menghapus peran manusia di tengah meluasnya implementasi kecerdasan buatan (AI) generatif. Pernyataan tersebut disampaikan melalui platform X pada awal Mei guna merespons kekhawatiran publik terkait badai pemutusan hubungan kerja.
Dilansir dari Tekno, janji tersebut muncul saat industri teknologi global sedang menghadapi masa sulit akibat pengurangan karyawan secara masif. Banyak pemimpin perusahaan secara terbuka mengaitkan kebijakan pemangkasan staf dengan efisiensi yang ditawarkan oleh teknologi kecerdasan buatan.
Salah satu dampak nyata terlihat pada studio pengembang game King, di mana para teknisi diberhentikan setelah berhasil menyelesaikan proyek alat pembuat level otomatis berbasis AI. Sistem tersebut kini sepenuhnya mengambil alih tugas yang sebelumnya dikerjakan oleh para insinyur tersebut.
"Kami ingin membangun tools yang memperkuat dan meningkatkan kemampuan manusia, bukan menciptakan entitas yang menggantikan manusia," tulis Altman, CEO OpenAI.
Penegasan Altman bertujuan untuk meredam pesimisme publik mengenai hilangnya mata pencaharian dalam jangka panjang. Ia memprediksi bahwa keberadaan AI justru akan menciptakan ekosistem kerja yang membuat manusia merasa lebih puas dengan tanggung jawab yang mereka emban.
Di sisi lain, CEO Anthropic Dario Amodei justru menyuarakan prediksi yang berbeda mengenai masa depan tenaga kerja manusia di bidang teknologi. Amodei memandang bahwa dominasi AI dalam penulisan kode akan segera terjadi dalam waktu dekat.
"semua kode komputer ditulis sepenuhnya oleh AI," klaim Amodei, CEO Anthropic.
Prediksi Amodei merujuk pada estimasi waktu sekitar enam bulan hingga satu tahun ke depan bagi umat manusia untuk mencapai era tersebut. Namun, Altman tetap pada pendiriannya bahwa visi masa depan AI adalah tentang peningkatan kapasitas individu.
Meski mengakui adanya disrupsi besar, Altman menekankan bahwa pergeseran menuju jenis pekerjaan baru merupakan bagian dari masa transisi yang harus dilalui oleh manusia. Ia membayangkan sebuah masa depan di mana AI memfasilitasi individu yang ambisius untuk melakukan hal-hal yang lebih bermakna.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·