NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Seorang warga bernama Agus (46), dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Bulik, Desa Batu Tunggal, Kecamatan Bulik Timur, Kabupaten Lamandau, pada Senin, 4 Mei 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.
Korban diketahui merupakan orang kelahiran Tuban, Jawa Timur dan bekerja sebagai tukang di Mess Echo Batu Tunggal Estate (BTE) PT Tanjung Lingga. Insiden nahas ini terjadi saat korban pulang berbelanja dari kampung dengan menyeberangi sungai menggunakan sampan bersama satu orang rekannya.
Berdasarkan keterangan saksi, sampan yang mereka gunakan terbalik akibat derasnya arus sungai. Satu orang berhasil selamat setelah berpegangan pada kayu, sementara korban Agus hanyut terbawa arus Sungai Bulik dan hingga kini belum ditemukan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau, Hendikel, telah mengonfirmasi kebenaran laporan tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya baru menerima informasi dari masyarakat setempat terkait adanya warga yang diduga tenggelam di aliran sungai tersebut.
“Benar, kami baru mendapatkan laporan dari masyarakat terkait adanya warga yang diduga tenggelam di Sungai Bulik, Kecamatan Bulik Timur,” ujar Hendikel saat memberikan keterangan resmi, Selasa (5/5) kepada awak media.
Menanggapi laporan tersebut, BPBD Kabupaten Lamandau segera melakukan koordinasi dengan aparat terkait dan tim relawan. Personel serta peralatan pendukung telah disiapkan untuk segera melakukan proses pencarian korban di sepanjang aliran sungai.
Hendikel juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar bantaran sungai agar selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menyeberang atau beraktivitas di sungai dengan arus deras, guna mencegah terjadinya kejadian serupa.

“Kami terus menghimbau kepada masyarakat untuk tetap hati-hati dan waspada apabila menyeberangi sungai maupun beraktivitas,” tandasnya. (bib)
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Seorang warga bernama Agus (46), dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Bulik, Desa Batu Tunggal, Kecamatan Bulik Timur, Kabupaten Lamandau, pada Senin, 4 Mei 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.
Korban diketahui merupakan orang kelahiran Tuban, Jawa Timur dan bekerja sebagai tukang di Mess Echo Batu Tunggal Estate (BTE) PT Tanjung Lingga. Insiden nahas ini terjadi saat korban pulang berbelanja dari kampung dengan menyeberangi sungai menggunakan sampan bersama satu orang rekannya.
Berdasarkan keterangan saksi, sampan yang mereka gunakan terbalik akibat derasnya arus sungai. Satu orang berhasil selamat setelah berpegangan pada kayu, sementara korban Agus hanyut terbawa arus Sungai Bulik dan hingga kini belum ditemukan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau, Hendikel, telah mengonfirmasi kebenaran laporan tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya baru menerima informasi dari masyarakat setempat terkait adanya warga yang diduga tenggelam di aliran sungai tersebut.
“Benar, kami baru mendapatkan laporan dari masyarakat terkait adanya warga yang diduga tenggelam di Sungai Bulik, Kecamatan Bulik Timur,” ujar Hendikel saat memberikan keterangan resmi, Selasa (5/5) kepada awak media.
Menanggapi laporan tersebut, BPBD Kabupaten Lamandau segera melakukan koordinasi dengan aparat terkait dan tim relawan. Personel serta peralatan pendukung telah disiapkan untuk segera melakukan proses pencarian korban di sepanjang aliran sungai.
Hendikel juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar bantaran sungai agar selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menyeberang atau beraktivitas di sungai dengan arus deras, guna mencegah terjadinya kejadian serupa.
“Kami terus menghimbau kepada masyarakat untuk tetap hati-hati dan waspada apabila menyeberangi sungai maupun beraktivitas,” tandasnya. (bib)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·