Sat Resmob Bongkar Pabrik Senjata Api Ilegal di Jakarta, Ki Bedil Ditangkap

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Satuan Reserse Mobil (Sat Resmob) Bareskrim Polri berhasil membongkar praktik pembuatan senjata api rakitan ilegal yang telah beroperasi selama dua dekade. Dalam pengungkapan ini, polisi menangkap TS (58), yang dikenal sebagai 'Ki Bedil', di Jakarta. Penangkapan ini mengakhiri bisnis gelap Ki Bedil yang telah berjalan selama 20 tahun.

Kombes Polisi Arsya Khadafi, Kasat Resmob Bareskrim Polri, menjelaskan bahwa Ki Bedil dikenal sebagai perakit senjata api yang sangat terampil. Senjata-senjata buatannya dijual dengan harga yang bervariasi tergantung jenisnya. Harga senjata rakitan Ki Bedil berkisar antara Rp 15 juta hingga Rp 20 juta.

Ki Bedil tidak hanya memproduksi pistol, tetapi juga senjata laras panjang. Senjata buatannya dikenal memiliki tingkat akurasi yang tinggi, mencapai jarak 100 meter. Bisnis ilegalnya beroperasi secara tertutup, hanya melayani pesanan dari orang-orang tertentu yang dia percaya.

Menurut Arsya, Ki Bedil adalah sosok yang sangat licin. Ia berhasil menghindari radar aparat selama dua puluh tahun dengan cara bekerja secara sangat rahasia. "Saudara TS alias Ki Bedil ini cukup licin dan lihai. Selama ini dia bergerak di bawah bayang-bayang dan baru pertama kali tertangkap setelah 20 tahun dia beroperasi," kata Arsya.

Sebelumnya, Ki Bedil memiliki pengalaman di industri senjata angin di Cipacing, Jawa Barat. Keahlian yang diperoleh dari industri tersebut kemudian disalahgunakan untuk merakit senjata api secara ilegal. Ki Bedil sempat menghilang setelah adanya penegakan hukum terhadap perajin senjata api ilegal di Cipacing, sebelum akhirnya melanjutkan bisnisnya secara diam-diam.

Ki Bedil dikenal oleh para pelaku kejahatan jalanan atau street crime. Senjata rakitannya memiliki kualitas yang hampir menyerupai standar pabrikan, baik dari segi fungsi maupun akurasi. Arsya menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti dengan melacak para pembeli senjata buatan Ki Bedil.

"Kami akan menindaklanjuti dan mengembangkan juga pada para pelaku yang saat ini sudah membeli senjata dari Ki Bedil dan juga sudah menggunakannya. Harapannya, dengan tertangkapnya Ki Bedil ini kami bisa menurunkan tingkat kejahatan yang ada di masyarakat," ujar Arsya.