MEMPERINGATI 100 tahun Sajogyo, seminar internasional akan digelar di Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Bogor, 21-23 Mei 2026. Dalam acara ini, juga ada agenda peluncuran buku yang berisikan pemikiran kritis Bapak Sosiologi Pedesaan Indonesia tersebut.
Pemikirannya yang kritis dinilai tetap releven di tengah dinamika pembangunan saat ini. “Pemikiran-pemikiran dan gagasan dari Prof Sajogyo tentang relasi sosial di kalangan petani dalam konteks reproduksi pertanian keluarga dan skala kecil masih ‘match’ dengan perkembangan-perkembangan yang ada sekarang ini,” Kepala Pusat Studi Pengetahuan Pertanian dan Pedesaan Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Ivanovich Agusta, dalam konferensi pers menjelang seminar di IPB Darmaga Bogor pada Selasa, 19 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ivanovich menyebut bahwa apa yang terjadi pada saat ini tentang program populis pemerintah seperti makan bergizi gratis dan Koperasi Desa Merah Putih, sebagai contoh. Program strategis yang sedang dijalankan pemerintah dengan dalih sebagai bentuk keberpihakan dan pendekatan pembangunan, justru memicu ketimpangan. “Kalo berkaca pada konsep dan pemahaman dari Prof Sajogyo, pelaksanaan dari kedua program tersebut lebih realita dan nyata seharusnya langsung dilakukan oleh masyarakat karena jika ada campur tangan dominan dari pemerintah maka bisanya akan terjadi ketimpangan dan lebih besar menguntungkan bagi kalangan atas (pengusaha)," kata dia.
Sajogyo merupakan satu tokoh yang memiliki pengaruh besar terhadap sejarah perkembangan IPB University. Dia memulai pendidikan tinggi fakultas Pertanian Universitas Indonesia di Bogor yang kemudian menjadi IPB pada 1949. "Beliau juga tercatat sebagai Rektor ke-dua IPB dari tahun 1964-1965," kata Ivanovich.
Guru Besar Sosiologi Pedesaan IPB ini meninggal pada 17 Maret 2012 dalam usia 86 tahun. Sepanjang hidupnya, ia dikenal sebagai akademis yang berpihak kepada kelompok masyarakat lemah. Sejumlah pemikiran yang dilahirkannya menunjukkan konsistensinya dalam memperjuangkan mereka.
Memperingati 100 tahun Sajogyo yang jatuh pada 21 Mei 2026, seminar internasional akan digelar 21-23 Mei mendatang. Diskusi internasional itu akan diikuti 90 orang peserta dari lima benua. Selain itu, juga ada peluncuran tiga buku. Untuk memeriahkan acara ini, ada pula pameran perjalanan intelektualnya berupa foto dan arsip di selasar perpustakaan IPB.
"Dalam rangkaian acara satu abad Sajogyo ini juga akan hadir buku karya Sajogyo versi terjemahan bahasa Indonesia dan akses buku yang dibuka secara langsung, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pembaca, terutama di kalangan petani, masyarakat desa, masyarakat pesisir, dan generasi muda yang selama ini kerap berjarak dengan literatur akademik," kata dia.
Kontribusi Sajogyo, Ivanovich menyerbut, terus berlanjut sepanjang hidupnya, di antaranya membuat Program Upaya Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) pada 1973. Program ini terbilang cukup sukses sebab mudah dipahami oleh para kader. bahkan Sajogyo turut mengambil peran dalam sebuah seminar yang membahas perihal gizi bersama pemda Bogor.
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·