Sebanyak 256.369 Peserta Dinyatakan Lolos UTBK SNBT 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) mengumumkan bahwa sebanyak 256.369 peserta dinyatakan lulus dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 pada Senin, 25 Mei 2026.

Jumlah peserta yang berhasil lolos tersebut menyisihkan ratusan ribu pendaftar lainnya, mengingat total keseluruhan peserta yang mengikuti ujian tahun ini mencapai 871.496 orang.

Pengumuman resmi mengenai hasil kelulusan ini dapat diakses oleh para peserta mulai pukul 15.00 WIB melalui portal utama SNPMB serta puluhan tautan alternatif yang disediakan.

Ketua Umum Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru SNPMB, Eduart Wolok, menyampaikan rincian hasil kelulusan tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta.

"Persentase diterima hanya 29,42 persen dari total pendaftar," kata Ketua Umum Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru SNPMB, Eduart Wolok.

Pihak panitia juga memaparkan perbandingan antara jumlah peserta yang diterima dengan total kuota yang awalnya disediakan oleh perguruan tinggi negeri.

"Jadi persentase yang diterima terhadap daya tampung itu 89,37%. Artinya akan ada sejumlah hampir 11% gitu, sekitar 10,6% yang akan dialihkan ke jalur mandiri," jelas Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026 Prof Dr Ir Eduart Wolok.

Rendahnya persentase kelulusan ini dinilai memicu berbagai tanggapan dan keluhan dari pihak wali murid yang mengharapkan anak mereka bisa berkuliah di kampus negeri.

"Yang diterima 29,42%. Ini yang kadang kami menerima bisa dikatakan komplain dari masyarakat, dari orang tua yang menginginkan anaknya untuk kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN), 'Kenapa hanya 30% yang diterima dari segitu banyaknya peserta yang ikut?'" ujar Eduart Wolok.

Terkait kuota penerimaan mahasiswa baru di setiap kampus, panitia menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak diambil secara sepihak melainkan berdasarkan kapasitas masing-masing institusi.

"SNBP awal misalnya untuk diploma 3 itu adalah 15.758, tetapi yang daftar ulang itu adalah 11.726. Ada kurang lebih 4 ribu yang tidak terisi, sehingga ketika pelaksanaan SNBT, yang kuota awalnya (sekitar) 21 ribu, maka dia kan berubah menjadi (sekitar) 25 ribu karena kuota yang tidak terisi di SNBP dialihkan ke SNBT," terangnya.

Mekanisme pengalihan sisa kuota yang tidak terpenuhi pada jalur ini juga telah diatur untuk dipindahkan ke tahapan seleksi berikutnya.

"Andaikan nanti di SNBT ada kuota yang tidak terisi, maka kuota itu akan dialihkan ke seleksi mandiri. Jadi bukan kita menambah-nambahkan kuota jalur mandiri, tetapi adalah memenuhi kuota awal yang sudah ditetapkan," lanjutnya.

Berdasarkan data panitia, total daya tampung SNBT 2026 sebenarnya mencapai 286.864 kursi, termasuk di dalamnya alokasi untuk 86.118 peserta pemegang KIP Kuliah.

Sisa kursi yang belum terpenuhi dari hasil seleksi ini selanjutnya akan dialihkan untuk melengkapi kuota pada penerimaan jalur Mandiri di masing-masing PTN.

Untuk memfasilitasi kelancaran akses, panitia SNPMB menyediakan 43 hingga 45 link mirror dari berbagai perguruan tinggi negeri seperti UI, UGM, ITB, ITS, Unair, Undip, dan Unpad sebagai alternatif jika portal utama pengumuman-snbt.snpmb.id mengalami kepadatan trafik.

Bagi para peserta yang dinyatakan lulus, tahapan berikutnya adalah mengunduh sertifikat UTBK pada periode 2 Juni hingga 31 Juli 2026 sebagai dokumen persyaratan daftar ulang, sementara bagi peserta yang gagal, sertifikat tersebut bisa digunakan untuk mendaftar jalur Mandiri.