Senat Amerika Serikat resmi mengonfirmasi Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve yang baru pada Rabu (13/5/2026) melalui pemungutan suara ketat. Penunjukan mantan gubernur bank sentral berusia 56 tahun ini dilakukan untuk menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir pada pekan ini.
Dilansir dari Money, suku bunga acuan bank sentral AS saat ini berada di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen. Kepemimpinan baru ini menghadapi tantangan inflasi yang masih berada di atas target 2 persen serta lonjakan harga minyak akibat konflik geopolitik di Iran.
Langkah pengesahan ini mendapat tanggapan positif dari pihak Gedung Putih setelah Warsh dicalonkan oleh Presiden Donald Trump sejak Januari 2026. Warsh berhasil unggul dalam pemungutan suara di Senat dengan perolehan angka 54 banding 45 suara.
"Pengesahan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve merupakan langkah positif untuk memulihkan akuntabilitas, kompetensi, dan kepercayaan dalam pengambilan keputusan The Fed," ujar Juru Bicara Gedung Putih Kush Desai.
Dukungan terhadap keputusan ini juga datang dari parlemen karena rekam jejak Warsh yang dinilai kuat dalam mengelola stabilitas keuangan negara. Mantan pejabat National Economic Council era Presiden George W. Bush ini juga memiliki pengalaman panjang di Wall Street bersama Morgan Stanley.
"Ketua Warsh berulang kali menekankan pentingnya keterjangkauan dan stabilitas harga sebagai pusat agenda ekonomi kita. Komitmennya terhadap kebijakan moneter yang disiplin akan membantu memulihkan kepercayaan terhadap ekonomi dan mendukung kemakmuran jangka panjang," ujar Anggota DPR AS French Hill.
Kevin Warsh dijadwalkan memimpin rapat Federal Open Market Committee pertamanya sebagai Ketua Federal Reserve ke-11 pada 16-17 Juni 2026.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·