Seni Carving Buah, Asah Kreativitas Ibu dan Anak di Surabaya

Sedang Trending 48 menit yang lalu

PROKALTENG.CO-Menghias buah dengan teknik fruit carving menjadi pengalaman menarik bagi banyak orang. Tidak hanya menyenangkan, aktivitas ini juga dinilai mampu meningkatkan konsentrasi anak sekaligus mempererat kekompakan antara orang tua dan buah hati.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak mengukir buah-buahan, terutama semangka, menjadi berbagai bentuk bunga yang artistik. Para ibu dan anak terlihat bekerja sama menciptakan karya terbaik mereka.

Salah satu peserta, Ima, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan carving bersama putrinya, Emily. Menurut dia, aktivitas tersebut sekaligus membangkitkan kenangan saat masih menempuh pendidikan tata boga.

“Kebetulan saya sekolah tata boga. Jadi ketika ditawari carving, langsung mau. Memang kurang lancar karena sudah lama tidak pegang carving,” ujarnya, Minggu (31/5).

Ima menuturkan, putrinya yang gemar kegiatan seni dan kerajinan tangan terlihat sangat antusias mencoba pengalaman baru tersebut. Emily tampak serius mengukir buah semangka hingga membentuk pola bunga.

“Kebetulan juga anaknya suka art and craft. Tapi kalau carving buah ini baru pertama kali. Anaknya suka sekali,” tambahnya.

Antusiasme serupa juga ditunjukkan peserta lainnya, Neneng. Dengan telaten, ia mengukir buah semangka menggunakan pisau kecil hingga membentuk mahkota bunga. Meski terlihat mudah, Neneng mengakui teknik carving membutuhkan kesabaran dan ketelitian.

Electronic money exchangers listing

“Harus sabar karena tangan harus lemas, jangan kaku. Memang perlu jiwa seni karena kalau belum terbiasa hasilnya belum maksimal,” ungkapnya.

Neneng mengaku cukup akrab dengan kegiatan menghias buah dan sayur. Di rumah, ia kerap membuat ukiran dari wortel maupun timun untuk mempercantik sajian tumpeng.

“Biasanya untuk tumpeng. Saya hias sayur dan buah untuk diletakkan di situ,” katanya.

Sementara itu, Chef Sheraton Hotel Surabaya Avianto Purnama Putra menjelaskan, teknik carving buah memerlukan konsentrasi dan kesabaran yang tinggi, terutama bagi pemula. Namun, keterampilan tersebut dapat terus berkembang melalui latihan yang rutin.

“Pada dasarnya teknik mengukir itu bebas. Yang paling penting adalah kemauan untuk belajar dan terus berlatih. Semakin sering diasah dan dipraktikkan, hasilnya akan semakin bagus dan rapi,” jelasnya.

Menurut Avianto, kegiatan carving tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga menjadi sarana edukatif yang bermanfaat bagi anak-anak. Melalui aktivitas ini, peserta diajak melatih fokus, ketelitian, serta kemampuan berkolaborasi saat mengerjakannya bersama keluarga. (sam/jpg)

PROKALTENG.CO-Menghias buah dengan teknik fruit carving menjadi pengalaman menarik bagi banyak orang. Tidak hanya menyenangkan, aktivitas ini juga dinilai mampu meningkatkan konsentrasi anak sekaligus mempererat kekompakan antara orang tua dan buah hati.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak mengukir buah-buahan, terutama semangka, menjadi berbagai bentuk bunga yang artistik. Para ibu dan anak terlihat bekerja sama menciptakan karya terbaik mereka.

Salah satu peserta, Ima, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan carving bersama putrinya, Emily. Menurut dia, aktivitas tersebut sekaligus membangkitkan kenangan saat masih menempuh pendidikan tata boga.

Electronic money exchangers listing

“Kebetulan saya sekolah tata boga. Jadi ketika ditawari carving, langsung mau. Memang kurang lancar karena sudah lama tidak pegang carving,” ujarnya, Minggu (31/5).

Ima menuturkan, putrinya yang gemar kegiatan seni dan kerajinan tangan terlihat sangat antusias mencoba pengalaman baru tersebut. Emily tampak serius mengukir buah semangka hingga membentuk pola bunga.

“Kebetulan juga anaknya suka art and craft. Tapi kalau carving buah ini baru pertama kali. Anaknya suka sekali,” tambahnya.

Antusiasme serupa juga ditunjukkan peserta lainnya, Neneng. Dengan telaten, ia mengukir buah semangka menggunakan pisau kecil hingga membentuk mahkota bunga. Meski terlihat mudah, Neneng mengakui teknik carving membutuhkan kesabaran dan ketelitian.

“Harus sabar karena tangan harus lemas, jangan kaku. Memang perlu jiwa seni karena kalau belum terbiasa hasilnya belum maksimal,” ungkapnya.

Neneng mengaku cukup akrab dengan kegiatan menghias buah dan sayur. Di rumah, ia kerap membuat ukiran dari wortel maupun timun untuk mempercantik sajian tumpeng.

“Biasanya untuk tumpeng. Saya hias sayur dan buah untuk diletakkan di situ,” katanya.

Sementara itu, Chef Sheraton Hotel Surabaya Avianto Purnama Putra menjelaskan, teknik carving buah memerlukan konsentrasi dan kesabaran yang tinggi, terutama bagi pemula. Namun, keterampilan tersebut dapat terus berkembang melalui latihan yang rutin.

“Pada dasarnya teknik mengukir itu bebas. Yang paling penting adalah kemauan untuk belajar dan terus berlatih. Semakin sering diasah dan dipraktikkan, hasilnya akan semakin bagus dan rapi,” jelasnya.

Menurut Avianto, kegiatan carving tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga menjadi sarana edukatif yang bermanfaat bagi anak-anak. Melalui aktivitas ini, peserta diajak melatih fokus, ketelitian, serta kemampuan berkolaborasi saat mengerjakannya bersama keluarga. (sam/jpg)