Serangan udara militer Israel di berbagai wilayah Palestina menewaskan sedikitnya sembilan orang, termasuk lima personel kepolisian, pada Sabtu, 25 April 2026. Badan pertahanan sipil Gaza melaporkan bahwa gempuran tersebut menyasar kendaraan polisi dan pemukiman warga di tengah masa gencatan senjata yang terus diwarnai kekerasan.
Badan pertahanan sipil Gaza, yang beroperasi di bawah otoritas Hamas, merinci bahwa lima orang kehilangan nyawa ketika rudal menghantam mobil polisi di daerah Al-Mawasi, Kota Khan Yunis. Selain korban tewas, sejumlah orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut sebagaimana dilansir AFP.
"Lima orang tewas dan beberapa lainnya terluka ketika serangan udara Israel menghantam kendaraan polisi di daerah Al-Mawasi di kota Khan Yunis selatan," kata badan pertahanan sipil Gaza.
Kekerasan juga terjadi di Gaza utara saat artileri Israel mengenai rumah penduduk di sekitar Rumah Sakit Kamal Adwan yang menewaskan seorang wanita dan satu anak. Sementara itu, serangan ketiga menggunakan pesawat udara menyasar patroli polisi di Kota Gaza dan menyebabkan dua orang meninggal dunia serta dua lainnya terluka.
Data kementerian kesehatan Gaza menunjukkan eskalasi korban tetap tinggi meski gencatan senjata telah berlangsung sejak Oktober tahun lalu. Tercatat sedikitnya 792 warga Palestina gugur sejak periode tersebut, sementara militer Israel melaporkan kehilangan lima tentaranya di wilayah Gaza.
Keluarga korban di Rumah Sakit Al Shifa berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir kepada lima warga, termasuk tiga anak-anak, yang tewas pada insiden sebelumnya di Gaza utara. Kekecewaan mendalam dirasakan warga sipil karena kondisi keamanan yang tidak kunjung membaik meski ada kesepakatan damai.
"Tidak ada gencatan senjata, tidak ada perdamaian, tidak ada apa pun. Tidak ada keamanan di area mana pun," kata Mohammed Baalousha, kerabat salah satu korban.
Selain di Gaza, ketegangan meluas ke Tepi Barat di mana seorang remaja berusia 15 tahun tewas ditembak pasukan Israel di Kota Nablus pada Kamis, 23 April. Militer Israel mengklaim tindakan tersebut merupakan prosedur penangkapan standar setelah warga melemparkan batu ke arah petugas, namun mereka tetap melakukan peninjauan atas laporan kematian tersebut.
Kementerian Kesehatan Palestina juga mencatat insiden di Kota Deir Dibwan dekat Ramallah yang menewaskan pria berusia 25 tahun akibat tembakan pemukim Israel. Secara kumulatif, setidaknya 15 warga Palestina telah tewas akibat serangan pemukim Israel sejak awal tahun ini menurut catatan otoritas kesehatan setempat.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·