SMAN 1 Pontianak Tak Bermaksud Anulir Hasil LCC

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Pernyataan itu disampaikan menyusul keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang memutuskan pelaksanaan final LCC Empat Pilar Kalbar diulang setelah muncul polemik dalam pertandingan final antara SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas.

“Sejak awal SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan,” demikian pernyataan sikap SMAN 1 Pontianak, dikutip Jumat, 15 Juni 2026.

Sekolah tersebut juga menegaskan bahwa langkah yang diambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi demi terwujudnya pelaksanaan lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel.

SMAN 1 Pontianak turut menyampaikan apresiasi atas perhatian, dukungan, dan kepedulian berbagai pihak dalam menyikapi polemik tersebut. Mereka menegaskan tidak memiliki niat menyerang ataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga penyelenggara maupun individu tertentu.

Polemik bermula ketika regu C2 dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Jawaban itu dinilai kurang tepat oleh dewan juri, Dyastasita, yang diketahui menjabat Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI.

Namun situasi berubah ketika peserta dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban dengan substansi serupa dan justru dinyatakan benar oleh dewan juri.

Keputusan tersebut memicu keberatan dari regu C2. Salah satu peserta, Josepha Alexandra, secara sopan meminta dewan juri mempertimbangkan ulang penilaian dengan melihat respons penonton di arena lomba.

Di tengah polemik itu, SMAN 1 Sambas tetap keluar sebagai juara dan ditetapkan sebagai wakil Provinsi Kalimantan Barat pada LCC Empat Pilar MPR RI tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Agustus mendatang.

SMAN 1 Sambas unggul atas SMAN 1 Pontianak yang berada di posisi kedua dan SMAN 1 Sanggau di peringkat ketiga. Kompetisi tingkat provinsi tersebut diikuti sembilan sekolah hasil seleksi dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.

Meski demikian, SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba ulang sebagaimana informasi yang telah disampaikan oleh MPR RI. rmol news logo article