Moskow (ANTARA) - Spanyol menolak segala bentuk partisipasi dalam operasi militer di Selat Hormuz dan meyakini bahwa tindakan militer apa pun dapat memicu eskalasi, kata Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares.
“Kami menolak partisipasi dalam operasi militer dan segala tindakan yang dapat menyebabkan eskalasi. Hal ini harus dihindari dengan segala cara saat ini, karena risiko perang terus ada,” kata Albares dalam wawancara dengan TVE yang ditayangkan pada Senin (4/5).
Menteri tersebut mengatakan bahwa Madrid tetap yakin konflik tidak dapat diselesaikan melalui cara militer. Saat ini tidak ada kondisi apa pun untuk operasi di bawah naungan PBB.
Albares menambahkan bahwa situasi di sekitar selat berada dalam kondisi “blokade ganda” oleh Iran dan Amerika Serikat, dan status quo saat ini “jelas tidak berkelanjutan.”
“Selat Hormuz harus dibuka, secara bebas, aman, dan tanpa biaya. Tidak boleh ada pungutan,” ucapnya.
Madrid terus mendukung proses negosiasi untuk menyelesaikan krisis tersebut, kata Albares, seraya menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran telah menghubunginya untuk memberitahu mengenai perkembangan negosiasi dan menjelaskan posisi Teheran.
Dirinya menambahkan bahwa Pakistan, dengan dukungan penuh dari Spanyol, terus melakukan upaya mediasi antara para pihak yang bersengketa.
Albares juga menambahkan bahwa tidak ada solusi militer untuk krisis ini, baik bagi Amerika Serikat maupun Iran. Ia mengatakan bahwa sehari sebelum perang dimulai, Washington dan Teheran masih berada di meja perundingan di Oman, dan informasi yang diterima dalam beberapa hari terakhir mengenai kontak tersebut “cukup menggembirakan.”
Pada 3 Mei, Presiden AS Donald Trump mengumumkan “Project Freedom” untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz dan berusaha keluar dari wilayah tersebut.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan bahwa dukungan militer untuk inisiatif ini mencakup kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, platform tanpa awak multi-domain, serta 15.000 personel militer. Operasi tersebut dimulai pada Senin pagi.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: AS serang dua kapal sipil menuju Iran, tewaskan lima orang
Baca juga: AS paksa 50 kapal ubah haluan terkait blokade Iran
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·