Nganjuk (ANTARA) - Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Timothy Ivan Triyono memantau secara langsung pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang merupakan program prioritas nasional.
"Kami memiliki tugas melakukan monitor dan evaluasi terhadap program prioritas nasional. Salah satunya pembangunan Sekolah Rakyat permanen ini yang ditargetkan bisa beroperasi pada 2026 dan bisa digunakan pada tahun ajaran baru Juli 2026," kata Ivan di Nganjuk, Kamis.
Saat memantau pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, Nganjuk, Ivan mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat di Nganjuk terealisasi dengan baik.
Hingga saat ini, proses pembangunan sudah mencapai sekira 24 persen. Targetnya pada awal Mei 2026 sudah mencapai sekira 40 persen.
Proses pembangunan Sekolah Rakyat di Nganjuk melibatkan sekira 500 orang pekerja. Namun, pemerintah menyarankan ada penambahan pekerja dengan total pekerja bisa mencapai 1.000 orang, sehingga proses pembangunan dapat segera selesai.
Luas lahan yang digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Kabupaten Nganjuk mencapai 5,8 hektar. Proyek tersebut dibangun secara langsung oleh pemerintah pusat.
Baca juga: Wamen PU: Sekolah Rakyat buka kesempatan masyarakat miskin bersekolah
Baca juga: Pengamat: Sekolah rakyat berperan strategis bantu anak keluarga miskin
Pihaknya juga mengapresiasi seluruh pihak yang terkait, seperti dari Kementerian Pekerjaan Umum yang sudah bekerja keras untuk mewujudkan pembangunan Sekolah Rakyat termasuk di Nganjuk tersebut.
Ivan mengakui terdapat dinamika pada awal pembangunan Sekolah Rakyat, namun hal itu sudah teratasi.
"Memang di awal ada dinamika, ada hal-hal yang menyebabkan keterlambatan, tapi kami meyakini dari Pak Menteri PU, semua pemangku kepentingan yang ada di Kementerian PU dan juga penyedia jasa pasti akan kerja keras melakukan segala daya upaya," ujar dia.
Terkait pembangunan Sekolah Rakyat secara nasional, Ivan menyebut terdapat 104 bangunan yang dibangun pada tahap II ini. Dari total 104 lokasi, terjadi kemajuan pembangunan sekira 28 persen. Medan mencatatkan angka kemajuan tertinggi yakni mencapai 56,9 persen.
"Secara nasional kemajuannya 28 persen, yang tertinggi itu di Medan mencapai 56,9 persen. Ya rata-rata sih dari yang dikunjungi oleh KSP itu 30 sampai 40 persen per hari ini, yang diharapkan awal Mei lebih dari 50 persen," ujar Ivan.
Ia berharap proses pembangunan dapat sesuai dengan jadwal dan bisa segera dimanfaatkan oleh anak-anak untuk bersekolah di Sekolah Rakyat.
Baca juga: Menteri Sosial ajak masyarakat miskin manfaatkan Sekolah Rakyat
Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: A Rauf Andar Adipati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·