Stasiun Pegaden Baru Tumbuh 395%, Kini Ramai dan Menghubungkan Perjalanan Warga Subang

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Triwulan I 2026: 16.110 pelanggan naik dari 3.252 pada 2022, tumbuh 395,4%, serta 16.063 pelanggan turun dari 3.146, meningkat 410,6%

Subang (ANTARA) - Akhir pekan sering menjadi waktu bagi banyak orang untuk bergerak. Ada yang pulang ke rumah, bertemu keluarga, atau mencari suasana baru. Di Kabupaten Subang, pergerakan itu kini semakin terasa dari satu titik yang dulu sempat sepi yaitu Stasiun Pegaden Baru.

Stasiun ini sempat tidak melayani naik turun penumpang kereta api jarak jauh. Dalam beberapa tahun terakhir, suasananya berubah. Kini, Pegaden Baru kembali menjadi bagian dari aktivitas warga, tempat orang berangkat dan pulang dengan tujuan yang beragam.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa perubahan ini terlihat dari pertumbuhan jumlah pelanggan yang terus meningkat.

“Kami melihat antusiasme masyarakat yang terus tumbuh. Pegaden Baru kembali digunakan sebagai titik keberangkatan dan kedatangan, seiring kebutuhan perjalanan yang semakin beragam,” ujar Anne.

Data menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dari tahun ke tahun. Pada Januari hingga Maret 2022, pelanggan naik tercatat 3.252 orang, meningkat menjadi 8.488 pada 2023, lalu 12.430 pada 2024, 12.847 pada 2025, hingga mencapai 16.110 pelanggan pada Triwulan I 2026.

Pergerakan pelanggan turun juga mengikuti pola yang sama, dari 3.146 pelanggan pada 2022 menjadi 8.422 pada 2023, 12.612 pada 2024, 14.142 pada 2025, dan mencapai 16.063 pelanggan pada Triwulan I 2026.

Kenaikan ini terasa berarti dalam keseharian masyarakat. Akses yang semakin dekat mengubah cara orang merencanakan perjalanan. Warga yang sebelumnya harus menuju Stasiun Haurgeulis (Kabupaten Indramayu) atau Kota Bandung kini memiliki titik keberangkatan yang lebih dekat dari wilayahnya sendiri.

Saat ini, Stasiun Pegaden Baru melayani berbagai kereta api jarak jauh, di antaranya KA Gunungjati, KA Dharmawangsa Ekspres, KA Bengawan, KA Airlangga, KA Gaya Baru Malam Selatan, KA Matarmaja, KA Bangunkarta, KA Brantas, hingga KA Tawang Jaya Premium. Pilihan perjalanan yang semakin beragam memberi ruang bagi masyarakat untuk menyesuaikan perjalanan dengan kebutuhan yang berbeda-beda.

“Perjalanan dengan kereta api kini semakin mudah dijangkau. Masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanannya, baik untuk aktivitas rutin maupun momen di akhir pekan,” tambah Anne.

Stasiun Pegaden Baru menjadi satu-satunya stasiun yang melayani naik turun penumpang di Kabupaten Subang. Dengan luas wilayah mencapai 2.051,76 kilometer persegi atau sekitar tiga kali lebih luas dibandingkan Provinsi DKI Jakarta, kebutuhan akan akses transportasi yang dekat dan terhubung menjadi semakin relevan.

Kehadiran layanan ini juga membuka keterhubungan dengan berbagai potensi daerah. Ke arah selatan, kawasan Sari Ater menawarkan suasana pegunungan yang sejuk dengan akses yang semakin baik. Di sana, pengunjung dapat menikmati kuliner khas seperti etong bakar dan nanas Subang. Sementara di bagian utara, Pantai Pondok Bali menghadirkan pilihan perjalanan dengan nuansa pesisir.

Dalam konteks yang lebih luas, keberadaan Pelabuhan Patimban turut memperkuat peran Subang sebagai wilayah yang terus berkembang. Pergerakan orang dan aktivitas ekonomi saling terhubung, didukung oleh akses transportasi yang semakin terbuka.

Anne menambahkan bahwa KAI akan terus mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat.

“Masukan dari pelanggan menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan kami. Dengan konektivitas yang semakin luas, perjalanan dapat direncanakan dengan lebih mudah dan menjadi bagian dari aktivitas masyarakat di berbagai wilayah,” tutup Anne.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.