STOXX 600 Tembus Level 616, Saham Teknologi Berkibar

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Penguatan didorong kombinasi sentimen positif dari perkembangan geopolitik global, optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI), serta kinerja solid sejumlah emiten besar.

Trading Economic melaporkan, indeks STOXX 50 zona Euro melonjak 1,2 persen ke level 5.931, sementara STOXX 600 Eropa naik 0,7 persen menjadi 616. Penguatan ini menandai kenaikan dua sesi berturut-turut di tengah membaiknya selera risiko investor.

Sentimen pasar membaik setelah muncul sinyal konstruktif dari pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Dialog kedua pemimpin dinilai mampu meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan perdagangan global yang sempat membayangi sejak tahun lalu.

Sektor teknologi menjadi pendorong utama reli pasar. Harapan meningkatnya permintaan infrastruktur AI membuat saham perusahaan semikonduktor dan teknologi melesat. 

Penguatan paling menonjol terjadi di Jerman. Indeks DAX 40 Frankfurt ditutup naik sekitar 1,3 persen ke level 24.453, menjadi posisi tertinggi dalam satu minggu sekaligus mencatat kenaikan hari kedua berturut-turut.

Saham-saham teknologi dan industri memimpin penguatan. Infineon menjadi salah satu top gainers setelah melesat 5,6 persen, sedangkan SAP naik 3,4 persen.

Siemens juga bertambah 2,3 persen usai mengumumkan rencana akuisisi sejumlah unit bisnis inti milik Mermec Group. Selain itu, saham GEA Group naik 2,5 persen, Rheinmetall menguat 2 persen, dan Allianz bertambah 2 persen.

Di Prancis, indeks CAC 40 mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 0,9 persen ke level 8.082, memperpanjang reli sesi sebelumnya.

Penguatan terutama ditopang sektor teknologi setelah Cisco Systems membukukan hasil kuartalan yang melampaui ekspektasi pasar serta memberikan proyeksi penjualan yang lebih optimistis. Kondisi itu memperkuat keyakinan investor terhadap prospek bisnis AI global.

Saham STMicroelectronics melonjak 5,4 persen dan menjadi salah satu penggerak utama indeks.

Sektor barang mewah juga mencatat performa positif. LVMH naik 1,9 persen, sedangkan Kering menguat 1,6 persen. Di sektor keuangan, Société Générale bertambah 1,4 persen dan AXA naik 1,5 persen.

Investor juga terus mencermati arah hubungan AS-China, terutama terkait isu Taiwan, Iran, dan kerja sama teknologi.

Berbeda dengan bursa utama Eropa lainnya, penguatan indeks FTSE 100 London relatif terbatas meski masih berhasil ditutup di zona hijau untuk sesi kedua berturut-turut.

Kinerja indeks tertahan oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar yang diperdagangkan ex-dividen, sehingga membebani pergerakan pasar secara keseluruhan.

Di sisi korporasi, saham National Grid naik lebih dari 1 persen setelah perusahaan menjanjikan investasi sedikitnya 70 miliar poundsterling dalam lima tahun untuk memperkuat jaringan energi di Inggris dan Amerika Serikat.

Sebaliknya, saham Burberry anjlok lebih dari 6 persen walaupun penjualannya melampaui ekspektasi pasar, ditopang permintaan dari China dan Amerika. Pasar tampaknya masih mencermati prospek restrukturisasi perusahaan setelah penunjukan William Jackson sebagai chairman baru.

Saham perusahaan investasi 3i bahkan merosot 14 persen setelah memperingatkan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat mempengaruhi investasi utamanya di jaringan ritel Action.

Meski demikian, data ekonomi Inggris memberikan dukungan tambahan bagi pasar. Produk domestik bruto (PDB) Inggris tercatat tumbuh 0,6 persen pada kuartal pertama, sementara pertumbuhan ekonomi Maret mencapai 0,3 persen, lebih baik dibanding proyeksi kontraksi sebelumnya. rmol news logo article