Sudinkes ajak warga terapkan PHBS cegah penyebaran Hantavirus

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Kepulauan Seribu mengajak masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam aktivitas sehari-hari guna mencegah penyebaran Hantavirus.

“Langkah ini perlu dilakukan secara maksimal karena penyakit zoonosis ini menjadi perhatian serius, karena ditularkan melalui tikus yang kerap ditemukan di lingkungan sekitar manusia,” kata Kepala Sudinkes Kepulauan Seribu dr. Ghamal Ahmad Pramana di Jakarta, Selasa

Dia mengatakan Hantavirus menular ke manusia, terutama melalui jalur pernapasan (inhalasi), yaitu saat seseorang menghirup aerosol yang terkontaminasi oleh urine, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi.

Selain itu, infeksi juga dapat terjadi melalui kontak langsung pada kulit yang terluka atau melalui gigitan tikus.

Menurut Ghamal, virus tersebut secara umum dapat memicu dua kondisi medis yang tergolong berat, yaitu tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang ditandai dengan demam, batuk, sesak napas, hingga penumpukan cairan di paru-paru.

Sementara itu, tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) ditandai dengan demam, sakit kepala, mual, nyeri perut, perdarahan pada mata, tekanan darah rendah, serta gangguan ginjal akut.

Baca juga: Bandara Soetta perketat pengawasan pelaku perjalanan dari empat negara

Ghamal menjelaskan masyarakat dapat melakukan beberapa langkah pencegahan di lingkungan rumah untuk memutus rantai penularan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan dan menutup lubang yang kerap menjadi akses masuk tikus.

Kemudian, menyimpan bahan makanan dalam wadah tertutup rapat dan tahan tikus, serta menghindari kontak langsung dengan rodensia serta menggunakan perangkap apabila diperlukan.

Ghamal mengungkapkan Sudinkes Kepulauan Seribu telah melakukan langkah preventif berupa pemantauan dan verifikasi tren kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta pneumonia sebagai bagian dari sistem kewaspadaan dini terhadap Hantavirus tipe HPS.

Masyarakat pun diharapkan segera melakukan deteksi dini apabila mengalami beberapa gejala awal Hantavirus dengan mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat.

“Kami juga melakukan penguatan promosi kesehatan dan penerapan PHBS yang terus digalakkan dengan melibatkan puskesmas, rumah sakit, serta organisasi lintas sektor terkait untuk mengedukasi masyarakat," ungkap Ghamal.

Baca juga: Periset BRIN minta masyarakat jaga kebersihan cegah paparan Hantavirus

Baca juga: Kemenkes: Belum ada bukti penularan hantavirus ke manusia di RI

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.