Sungai meluap, 532 jiwa terdampak banjir di Asahan Sumut

Sedang Trending 34 menit yang lalu
Kondisi terkini masih dalam penanganan pihak terkait

Medan (ANTARA) - Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Sumatera Utara (Sumut) mencatat 532 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Asahan.

Berdasarkan laporan Pusdalops Sumut yang diterima di Medan, disebutkan bencana banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Hianga pada Rabu (13/5).

Pusdalops mendata 532 jiwa yang terdampak tersebar di Kecamatan Tinggi Raja ( Dusun X, Desa Terusan Tengah) dan di Kecamatan Sei Dadap (Desa Perkebunan Sei Dapat, Dusun 3 dan 5).

Kecamatan Tinggi Raja merupakan wilayah paling parah dengan 500 jiwa dari 120 Kepala Keluarga (KK) dan 100 rumah terdampak. Sedangkan Kecamatan Sei Dadap tercatat 32 jiwa dari 10 KK dan 20 rumah terdampak.

Baca juga: Lima tenda pengungsian didirikan untuk korban banjir di Asahan Sumut

Selain itu satu tempat ibadah dan satu fasilitas umum yakni puskesmas juga terdampak bencana alam tersebut.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan laporan tersebut merupakan data yang diterima Pusdalops PB Sumut.

"Berdasarkan laporan korban luka maupun korban meninggal dunia dan pengungsi nihil," ujar Sri Wahyuni.

Baca juga: Pusdalops catat empat kecamatan terdampak banjir Tebing Tinggi

Yuyun, sapaan akrabnya, mengatakan berbagai upaya penanganan atas kejadian bencana tersebut telah dilakukan kedua pemerintah setempat dan sejumlah pemangku kebijakan terkait.

Selain itu, kata dia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut juga melakukan koordinasi dalam hal penanganan bencana di lokasi terdampak.

"Kondisi terkini masih dalam penanganan pihak terkait," ujar Yuyun.

Baca juga: Pusdalops catat dua orang meninggal akibat tanah longsor di Taput

Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.