Helsinki (ANTARA) - Pemerintah Swedia pada Selasa (28/4) mengeluarkan peringatan dini terkait risiko kelangkaan bahan bakar penerbangan di tengah krisis di Timur Tengah, menurut sejumlah laporan dari Stockholm, Swedia.
Dalam konferensi pers, Menteri Energi Ebba Busch mengatakan bahwa peringatan tersebut, yang didasarkan pada penilaian Badan Energi Swedia, menandai tahap pertama dari kerangka kerja respons tiga tingkat terhadap potensi gangguan pasokan bahan bakar.
Tahap awal ini mencakup penyebaran informasi kepada publik dan langkah-langkah sukarela untuk mengurangi konsumsi, sementara langkah yang lebih ketat, termasuk kemungkinan penjatahan, hanya akan dipertimbangkan jika situasi memburuk.
Perdana Menteri Ulf Kristersson menyebutkan pasokan energi Swedia tetap stabil meski adanya dampak dari konflik di Timur Tengah dan gangguan pelayaran melalui Selat Hormuz, tetapi memperingatkan bahwa situasi global saat ini "sangat serius".
Direktur Jenderal Badan Energi Swedia, Caroline Asserup, mengatakan pasokan bensin dan diesel saat ini tidak terancam, dengan risiko penjatahan yang tetap rendah. Namun, bahan bakar penerbangan menghadapi ketidakpastian yang lebih besar dan berpotensi dikenakan langkah-langkah pembatasan yang lebih ketat dalam skenario terburuk.
Pihak otoritas juga memperingatkan bahwa gangguan yang berkepanjangan dapat memicu kenaikan biaya transportasi, lonjakan inflasi, dan melambatnya pertumbuhan ekonomi.
Pewarta: Xinhua
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·