Tak Selalu Haus, Ini 4 Isyarat Tubuh Diam-diam Mulai Kekurangan Cairan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jakarta -

Banyak yang mengira tubuh selalu memberi tanda haus saat membutuhkan air. Padahal rasa haus tidak selalu muncul dalam beberapa kondisi padahal tubuh sedang kekurangan cairan. Dalam aktivitas sehari hari, tubuh tetap kehilangan cairan lewat keringat, urine, dan pernapasan, bahkan saat hanya duduk bekerja atau berada di ruangan ber AC.

Karena gejalanya muncul perlahan, kekurangan cairan sering tidak disadari. Tubuh mungkin hanya terasa lebih lelah, sulit fokus, atau mulut mulai kering. Kondisi ini terlihat sepele, tetapi jika dibiarkan terus menerus dapat memengaruhi konsentrasi, energi, hingga fungsi tubuh sehari hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi yang Bikin Tubuh Kekurangan Cairan

Beberapa kondisi yang membuat tubuh banyak kehilangan cairan tanpa disertai rasa haus:

1.Terlalu Lama Berada di Ruangan Ber AC

Udara dingin dari AC dapat membuat tubuh kehilangan cairan lebih perlahan sehingga rasa haus sering tidak terasa jelas. Padahal cairan tetap keluar lewat pernapasan dan urine selama beraktivitas di dalam ruangan.

2.Sibuk Bekerja atau Fokus Beraktivitas

Saat terlalu fokus bekerja, belajar, atau berkendara, banyak orang tanpa sadar menunda minum dalam waktu lama. Aktivitas yang padat membuat perhatian lebih tertuju pada pekerjaan dibanding kebutuhan cairan tubuh sendiri. Tubuh bisa saja sudah kekurangan cairan tanpa sadar yang hilang lewat pernapasan, keringat, dan urine meski rasa haus belum muncul.

3.Terlalu Sering Minum Minuman Manis atau Berkafein

Minuman manis dan berkafein memang dapat menyumbang asupan cairan tubuh. Namun, kandungan gula yang tinggi membuat minuman ini tidak efektif dalam memenuhi kebutuhan hidrasi seperti air putih.

Saat terlalu banyak mengonsumsi minuman tinggi gula, tubuh membutuhkan lebih banyak cairan untuk membantu memproses dan membuang kelebihan gula lewat urine. Minuman berkafein juga dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Karena itu, meski sering minum minuman manis atau kopi, tubuh tetap bisa kekurangan cairan jika asupan air putih kurang.

Tanda Tubuh Mulai Kekurangan Cairan

Rasa haus bukan satu satunya tanda tubuh kekurangan cairan. Bibir kering, urine lebih pekat, mudah lelah, hingga sakit kepala ringan juga bisa menjadi sinyal tubuh mulai membutuhkan lebih banyak cairan.

1. Kulit dan Bibir Terasa Lebih Kering

Saat tubuh kekurangan cairan, kelembapan kulit ikut menurun. Bibir terasa pecah-pecah dan kulit terasa lebih kering menjadi tanda yang cukup sering muncul, terutama saat terlalu lama berada di ruangan ber AC.

2. Urine Berwarna Lebih Pekat

Warna urine sering menjadi tanda sederhana kondisi hidrasi tubuh. Urine yang lebih gelap biasanya menunjukkan tubuh membutuhkan lebih banyak cairan karena urine menjadi lebih pekat. Sebaliknya, warna kuning muda umumnya menandakan kebutuhan cairan tubuh masih tercukupi dengan baik.

Penelitian terbaru dalam jurnal Frontiers in Nutrition tahun 2020 menunjukkan warna urine memiliki hubungan kuat dengan status hidrasi tubuh. Saat tubuh kekurangan cairan, konsentrasi zat sisa dalam urine meningkat sehingga warnanya menjadi lebih gelap.

3. Mudah Lelah dan Kurang Fokus

Kurang cairan dapat memengaruhi aliran darah dan fungsi otak sehingga tubuh terasa lebih lemas dan sulit konsentrasi. Penelitian dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics tahun 2021 menyatakan bahwa dehidrasi dapat memengaruhi fungsi kognitif dan kemampuan untuk fokus.

4. Sakit Kepala Ringan

Dehidrasi ringan sering memicu sakit kepala karena keseimbangan cairan tubuh mulai terganggu. Saat tubuh kekurangan cairan, aliran darah dan pasokan oksigen ke otak dapat ikut terpengaruh sehingga kepala terasa berat dan tubuh terasa kurang segar.

Kondisi ini juga dapat membuat konsentrasi menurun dan tubuh terasa lebih cepat lelah saat beraktivitas. Penelitian dalam jurnal Nutrients menyebut kurang cairan dapat memengaruhi mood, fokus, dan performa mental sehari hari, bahkan pada dehidrasi ringan.

Hindari Minum Sekaligus Banyak dan Terapkan Minum Secara Teratur

Kebutuhan cairan tubuh lebih baik dipenuhi sedikit demi sedikit sepanjang hari, bukan sekaligus dalam jumlah banyak. Cara ini membantu tubuh tetap terhidrasi saat beraktivitas dan membuat tubuh lebih nyaman.

Minum terlalu banyak sekaligus juga tidak baik karena membuat ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan cairan lewat urine. Pada sebagian kondisi, tubuh juga bisa terasa begah dan lebih sering buang air kecil.

Salah satu tanda yang paling mudah diperhatikan adalah warna urine. Jika warnanya mulai lebih pekat, tubuh biasanya membutuhkan lebih banyak cairan. Sebaliknya, warna kuning muda umumnya menandakan asupan cairan masih cukup baik.

Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(mal/up)