Tanker Rich Starry Gagal Tembus Blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Kapal tanker Rich Starry yang terkena sanksi Amerika Serikat terpaksa memutar balik menuju Selat Hormuz pada Kamis (16/4/2026) setelah gagal melewati blokade militer AS. Langkah ini diambil menyusul kebijakan ketat Washington terhadap kapal-kapal yang berafiliasi dengan pelabuhan Iran di kawasan Teluk.

Dilansir dari Detik Finance, Presiden AS Donald Trump menetapkan kebijakan blokade tersebut sejak Minggu setelah dialog damai antara AS dan Iran di Islamabad berakhir buntu. Ketegangan diplomatik ini berdampak langsung pada penutupan jalur maritim bagi komoditas asal Iran.

"Dalam 24 jam pertama, tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade AS," ujar pernyataan Komando Pusat AS yang dikutip dari Reuters. Otoritas militer Amerika Serikat memastikan pengawasan ketat terus dilakukan di titik-titik krusial pelayaran internasional tersebut.

Tercatat sebanyak enam kapal, termasuk tanker milik perusahaan China, mengikuti instruksi pasukan keamanan AS untuk berbalik arah menuju pelabuhan asal di Iran. Tanker asal China tersebut merupakan bagian dari delapan kapal yang mencoba melintasi jalur blokade pada hari pertama pemberlakuan aturan.

Selain upaya blokade, satu kapal perusak milik militer Amerika Serikat dilaporkan menghentikan dua tanker minyak yang berusaha meninggalkan pelabuhan Chabahar di Teluk Oman. Rich Starry beserta pemiliknya, Shanghai Xuanrun Shipping Co, sebelumnya telah masuk dalam daftar sanksi akibat transaksi perdagangan dengan pihak Iran.

Kapal Rich Starry sendiri mengangkut muatan berupa 250.000 barel metanol yang diperoleh dari pelabuhan Hamriyah, Uni Emirat Arab. Berdasarkan data teknis, tanker berukuran menengah tersebut saat ini masih berlabuh di zona perairan yang berdekatan dengan wilayah Iran.

Blokade militer ini memicu ketidakpastian signifikan bagi sektor pelayaran, perusahaan minyak, serta asuransi risiko perang. Volume lalu lintas kapal di kawasan tersebut dilaporkan turun drastis di bawah rata-rata 130 kapal per hari sejak konflik dimulai akhir Februari lalu.

Hingga Kamis sore, tidak ada laporan mengenai tanker Iran pembawa minyak mentah yang berhasil melintasi Selat Hormuz untuk ekspor. Iran sebagai anggota OPEC saat ini memiliki cadangan penyimpanan minyak darat sekitar 90 juta barel untuk menopang produksi domestik.

Kapasitas penyimpanan tersebut dinilai cukup untuk menjaga produksi harian sebesar 3,5 juta barel selama dua bulan jika ekspor terhenti total. Sementara itu, beberapa kapal kosong tetap terpantau memasuki Teluk melalui Selat Hormuz untuk keperluan pemuatan kargo di pelabuhan Irak.