Sholat witir, ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, dapat dilaksanakan setelah sholat Isya pada malam hari dan sebelum fajar. Sholat ini memiliki jumlah rakaat ganjil, sebagai penutup ibadah sholat malam. Pemahaman tentang tata cara sholat witir sangat penting agar ibadah dilakukan sesuai tuntunan syariat.
Sholat witir memiliki keutamaan sebagai penyempurna ibadah malam dan menunjukkan kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT. Jumlah minimal rakaat adalah satu, namun bisa ditambah hingga sebelas rakaat. Dilansir dari Cahaya, sholat witir bisa dikerjakan dengan cara washal (langsung) atau fashal (terpisah).
Cara washal berarti tiga rakaat dilakukan sekaligus tanpa salam di tengah, sementara fashal dilakukan dengan memisahkan rakaat terakhir, yaitu dua rakaat salam lalu satu rakaat. Pada bulan Ramadhan, sholat witir biasanya dilakukan setelah sholat Tarawih berjamaah. Bagi yang yakin akan bangun di sepertiga malam terakhir, dianjurkan untuk mengakhirkan sholat witir.
Minimal jumlah rakaat sholat witir adalah satu rakaat. Pada sholat tiga rakaat, pada rakaat pertama dianjurkan membaca surat Al-A’la, pada rakaat kedua Al-Kafirun, dan pada rakaat ketiga Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
Niat sholat witir untuk satu rakaat adalah “Ushalli sunnatal witri rak’atan lillahi ta’ala”. Sedangkan niat tiga rakaat adalah “Ushalli sunnatal witri tsalatsa raka’atin lillahi ta’ala”.
Setelah sholat witir, dianjurkan membaca doa, di antaranya adalah “Subbuhun Quddusun Rabbul Malaikati war-Ruh”. Sholat tahajud tetap diperbolehkan setelah sholat witir. Memahami tata cara yang benar akan membantu meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·